KUKAR, LINGKARKALTIM : Upaya menghidupkan ekspresi pada seni tari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar akan menggelar workshop tari atau pelatihan olah tubuh di 2025 ini.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Program Pengembangan Kesenian Tradisional Disdikbud Kukar, Awang Rifani menjelaskan, pelatihan seni tari ini bagian dari upaya pemerintah daerah kepada pelaku tari, agar mereka mampu menghayati atau mengekspresikan maksud maupun makna terhadap pertunjukan tari yang dibawakan.
“Jadi menari itu bukan hanya sekedar menari, tapi harus dihayati. Agar para audiens atau penonton bisa paham dan merasa nyaman terhadap tari yang dibawakan,” jelas Awang Rifani pada Lingkarkaltim, Senin (21/4/2025).
Ia menyebutkan, pelatihan ini menyasar kepada para pendidik di sekolah maupun sanggar tari. Pihaknya akan bersinergi dengan sejumlah Sekolah di Kukar, yang memiliki ekstrakurikuler tari.
“Olah gerak tubuh ini perlu dilatih, juga untuk menjaga keseimbangan. Target kita tahun ini ada sekitar 30 peserta, yang terdiri dari guru atau pelatihnya. Sehingga mereka dapat menurnkan ilmunya kepada anak didiknya,” sebutnya.
Pihaknya menegaskan, pelatihan tersebut bagian dari realisasi program pengembangan kesenian tradisional. Hal ini juga selaras dengan visi dan misi Pemkab Kukar yaitu mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, unggul dan berbudaya.
Melalui pelatihan tersebut, ia meyakini para pelaku seni tari dapat menunjukkan skill yang dimiliki dengan baik dan profesional. Dan mampu bersaing atau kolaborasi, khususnya terhadap pelaku seni tari.
“Pelatihan seni tari baru pertama dilakukan. Jika melalui pelatihan ini memberikan manfaat yang besar, maka akan kami lanjutkan dengan sasaran yang lebih luas,” ungkapnya. (adv/kik)










