KUKAR, Lingkarkaltim : Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengggelar kegiatan Bincang-Bincang Pariwisata dengan tema “Peningkatan Daya Tarik Wisatawan (DTW) Untuk Pariwisata Nusantara” sebagai salah satu kanal informasi kepada masyarakat, khususnya terkait kepariwisataan di Kalimantan Timur.
Kegiatan digelar di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) pada Selasa, (05/11/24) sore hari.
Acara ini merupakan kali kedua yang digelar pada tahun 2024 dan nanti selanjutnya acara serupa untuk yang ketiga kalinya akan digelar pada akhir bulan Desember untuk mereview tentang perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pengembangan periwisata yang berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan serta budaya lokal sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan ini dihadiri oleh Duta Wisata, penggiat ekonomi kreatif dengan menghadirkan tiga narasumber yakni Kepala Dispar Provinsi Kaltim, Ririn Sari Dewi, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, M Ridha Fatrianta dan Wakil Ketua Komite Ekraf Kaltim, Erwiantono.
Dalam bincangan-bincangnya Kepala Dispar Provinsi Kaltim, Ririn Sari Dewi, menerangkan bahawa Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN) kaya akan destinasi wisata dengan alam dan budaya. Dan untuk menarik lebih banyak pengunjung harus dirancang strategi yang tepat.
“Beberapa hal yang bisa dilakukan diantaranya mengangkat budaya daerah melalui festival, pameran dan aktivitas seni, mengutamakan pelestarian alam dan ekosistem, serta menggunakan pemasaran digital untuk mempromosikan wisata Kaltim melalui media sosial,” terangnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, M Ridha Fatrianta menjelaskan untuk di wilayah Kukar sendiri masih ada potensi pariwisata yang bisa dikembangkan seperti bagaimana mengangkat sejarah kerajaan Kutai dan perlindungan terhadap benda benda purbakala yang berupa budaya dan sebagainya.
Sedangkan beberapa permasalah dalam mengembangkan sektor pariwisata yang ada di Kukar juga masih ada seperti penyediaan transportasi umum, perbaikan infrastruktur jalan maupun jembatan, paket wisata inbound masih minim, investasi sektor pariwisata masih kurang dan Sadar Wisata (Sapta Pesona) masyarakat juga masih kurang.
Dari beberapa permasalah yang ada pemerintah terus berupaya untuk mencari jalan terbaik dalam memecahkan persoalan yang ada.
“Seperti sarana transportasi, saat ini sudah dilakukan kajian untuk transportasi tipe apa yang cocok untuk mengangkut wisatawan dari satu destinasi ke destinasi lainnya,” ungkapnya.
“Dan beberapa kegiatan untuk peningkatan SDM, kami akan melakukan pendampingan sertifikasi terhadap pelaku ekraf dan kami juga bekerjasama dengan lembaga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mana ada beberapa desa yang sudah terlaksana mulai dari kelembagaannya sudah kita latih dan sudah dilakukan pendampingan,” tambahnya.
Diharapkan kedepan prinsip-prinsip dalam pengembangan pariwisata itu selalu menjujung norma agama, budaya dan juga bagaimana dalam pengembangan pariwisata itu tetap memperhatikan pelestarian alam dan budaya. (adv/ning)










