Kebakaran Lahan di Muara Jawa Meluas, 83 Hektare Terdampak

Proses Pemadaman Karhutla di Wilayah Kecamatan Muara Jawa (Dok. Damkarmatan Kukar)
Proses Pemadaman Karhutla di Wilayah Kecamatan Muara Jawa (Dok. Damkarmatan Kukar)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam hampir dua pekan terakhir, titik kebakaran muncul hampir setiap hari di sejumlah wilayah, di antaranya Muara Kembang, Dondang, Muara Jawa Ulu, hingga kawasan sekitar jalur pipa.

Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, mengatakan kebakaran lahan terjadi hampir setiap hari dalam dua pekan terakhir. Dalam sehari, sedikitnya terdapat satu hingga dua titik yang harus ditangani oleh tim gabungan.

Read More
banner 300x250

“Dua minggu ini hampir tiap hari ada. Satu hari bisa ada satu atau dua titik,” ujar Ramli Senin (7/9/2026).

Menurutnya, sebagian besar titik api yang muncul saat ini sudah berhasil dipadamkan. Namun, petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mengantisipasi api kembali membesar.

Kondisi lahan gambut menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Api yang berada di dalam lapisan gambut dapat kembali muncul meskipun permukaan lahan telah dipadamkan.

“Kadang sudah dimatikan, besoknya muncul lagi. Ternyata masih ada yang tertinggal di bawah, di gambut,” jelasnya.

Ramli menyebut kedalaman gambut di sejumlah lokasi mencapai sekitar setengah meter. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan lebih lanjut.

Keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran juga menjadi tantangan. Sejumlah titik tidak dapat dijangkau kendaraan karena kondisi medan yang sulit dilalui.

Meski demikian, Ramli memastikan kebakaran sejauh ini belum merembet ke permukiman warga. Titik-titik kebakaran umumnya berada cukup jauh dari kawasan tempat tinggal masyarakat.

“Alhamdulillah tidak sampai ke permukiman. Yang terbakar jauh dari permukiman,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah kecamatan bersama berbagai pihak terus melakukan koordinasi untuk menangani karhutla. Sejumlah perusahaan turut membantu, baik melalui penyediaan air, bahan bakar minyak (BBM), maupun konsumsi bagi petugas di lapangan.

Salah satu dukungan datang dari Pertamina yang membantu suplai air untuk proses pemadaman. Kolaborasi juga dilakukan dengan perusahaan lain yang berada di wilayah Muara Jawa.

“Semua sudah berkontribusi. Ada yang membantu BBM, konsumsi, ada juga yang membantu suplai air,” ungkap Ramli.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, melalui laporan Pos Sektor Damkar Muara Jawa, mencatat penanganan kebakaran lahan pada Sabtu (5/9/2026).

Laporan titik api diterima petugas pada pukul 15.26 Wita setelah pelapor melihat api membesar. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 15.41 Wita untuk melakukan pemadaman hingga proses pendinginan.

Petugas melanjutkan pemeriksaan titik api dan pembersihan hingga dini hari. Penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 01.38 Wita.

Dalam penanganan tersebut, Damkar mengerahkan satu unit Fire Dome, selang, nozzle, Y connection, alat pelindung diri (APD), water supply, serta kendaraan taktis.

Laporan Damkar menyebut indikasi penyebab kebakaran merupakan pembakaran sisa gambut. Namun, berdasarkan keterangan Camat Muara Jawa, hingga kini belum ditemukan pihak yang dapat dipastikan sebagai pelaku pembakaran.

Selain Damkar, penanganan melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI, Polri, relawan, serta sejumlah perusahaan dan kelompok relawan di Muara Jawa.

Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah angin kencang yang dapat membuat api kembali menyala dan menyulitkan proses pemadaman. Kondisi medan serta akses menuju lokasi juga menjadi persoalan tersendiri.

Berdasarkan laporan penanganan Damkar, dampak kebakaran yang ditangani mencapai sekitar 83 hektare, sementara tidak terdapat laporan kerugian materiil.

Mengantisipasi kebakaran meluas, Ramli mengimbau masyarakat, khususnya pemilik kebun, untuk menjaga lahannya masing-masing selama musim kemarau.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Harapan kami masyarakat ikut menjaga kebunnya masing-masing. Jangan sampai terbakar, karena kalau sudah terbakar, penanganannya menjadi tanggung jawab bersama dan tim di lapangan juga sudah kewalahan,” pungkasnya.(ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *