KUKAR, LINGKARKALTIM : Dalam upaya untuk memperkuat dan meningkatkan literasi, SDN 025 Tenggarong yang berada di jalan Long Apari Kelurahan Mangkurawang, mendesain ruang perpustakaan sekolah semenarik mungkin.
Perpustakaan SDN 025 Tenggarong, dilengkapi dengan berbagai jenis buku, mulai dari novel, komik, buku sejarah dan lainnya.
Kepala SDN 025 Tenggarong, Cicik Novita mengatakan, penguatan literasi sangat penting bagi para murid. Hadirnya perpustakaan diharapkan mampu meningkatkan minat baca para murid. Bahkan untuk mendorong minat itu, para murid diharuskan membaca buku di perpustakaan baik sebelum maupun sesudah jam belajar.
“Kita beri waktu 15 sampai 20 menit untuk murid membaca apapun buku di perpustakaan,” katanya.
“Kami tidak memaksa anak untuk membaca satu buku dalam satu hari, melainkan semampu anak murid dalam membaca, intinya selesai membaca harus menulis di buku jurnal,” ujar Cicik pada Lingkarkaltim di ruang kerjanya, Sabtu (05/09/2026).
Program ini baru terlaksana dengan sempurna sejak tahun 2025, walaupun tidak semua kelas menerapkan, khusus kelas 5 dan 6 untuk mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Cicik juga menambahkan, bahwa disetiap kelas juga terdapat pohon baca, yang dimana selama anak-anak sudah membaca satu buku sampai selesai, dan diminta untuk menulis di kertas tentang judul buku dan pesan yang ada di buku, setelah itu dipasangkan pada pohon baca. Kemudian guru pun akan memberi apresiasi bagi murid yang berhasil membaca buku terbanyak.
Apresiasi tersebut untuk memberi semangat kepada murid supaya murid lebih rajin dalam membaca dan murid merasa sangat dihargai.
“Kita berikan reward untuk motivasi anak murid agar selalu semangat dalam membaca,” tuturnya.

PEMBELAJARAN
Selain program wajib baca, Cicik juga menjelaskan adanya program guru dalam penerapan pembelajaran
“Kami memiliki program peningkatan kompetensi guru dengan mengadakan pertemuan setidaknya 2-3 kali dalam sebulan, guna membahas role model pembelajaran yang berpihak pada murid itu seperti apa, dan bagaimana membuat rencana pembelajaran,” jelasnya.(ahk/*far)










