KUKAR, LINGKARKALTIM : Angka kemiskinan di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai 8,85 persen. Ini menjadi salah satu wilayah yang memiliki angka kemiskinan tertinggi, sesuai dengan hasil pendataan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kukar pada 2025 lalu.
Camat Loa Janan Heri Rusnadi mengatakan, kemiskinan di Loa Janan ini masih dibawah 500 keluarga. Adapun yang menjadi indikator kemiskinan diantaranya, lanjut usia, pengangguran atau pekerja yang tak cukup memenuhi kebutuhannya.
Penanganan kemiskinan ini dilakukan secara komperhensif, bukan dilakukan masing-masing
“Dalam menangani kemiskinan melalui program pemerintah daerah,” kata Heri Kusnadi pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Sabtu (5/9/2026).
Pemerintah Kecamatan Loa Janan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga pemerintah desa, untuk menekan angka kemiskinan. Di desa juga memiliki program Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui ADD dan lainnya.
“Ada juga pemberdayaan masyarakat, melalui perogram peternakan ayam petelur,” ujarnya.
Penanganan kemiskinan ini menjadi komitmen pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten. Agar angka kemiskinan di Kukar khususnya Kecamatan Loa Janan turun.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar Rinda Desianti menjelaskan, akan mempelajari terkait penanganan kemiskinan di Kukar. Kemiskinan di Kukar menjadi tantangan besar pemerintah daerah, untuk dapat menekan angka kemiskinan.
“Penanganan kemiskinan perlu strategi yang tepat, sehingga angka kemiskinan dapat ditekan,” jelas Rinda Desianti.
Menurutnya, faktor kemiskinan itu bukan berarti tak memiliki sumber pendapatan atau pekerjaan. Tapi juga dipengaruhi oleh sektor pendidikan, lingkungan dan lainnya.
“Penanganan kemiskinan menjadi komitmen kami, ini sesuai dengan arahan Bupati Kukar untuk mengenyaskan kemiskinan,” pungkasnya. (riz)










