KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengambil keputusan untuk menetapkan kegiatan belajar mengajar jenjang pendidikan PAUD hingga SMP di Kutai Kartanegara dilakukan secara daring. Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi kabut asap yang semakin meningkat. Pemberlakukan tersebut dimulai Kamis (3/9/2026).
“Kondisi kualitas udara disejumlah wilayah di Kaltim saat ini mulai kurang sehat, oleh karenanya aktivitas belajar tatap muka untuk sementara dialihkan daring,” kata Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.
Aulia berharap para orang tua ikut berperan dalam menjaga anak-anak selama pembelajaran daring berlangsung. Masyarakat juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Kami berharap para orang tua bisa menjaga anak-anak mereka di rumah. Kami juga mengimbau melalui Dinas Kesehatan agar seluruh masyarakat ketika beraktivitas di luar gedung atau di tempat terbuka menggunakan alat pelindung diri berupa masker,” katanya.
Menurutnya, kebijakan pembelajaran daring tersebut tidak langsung diberlakukan dalam waktu panjang. Pemkab Kukar akan melakukan evaluasi setiap satu minggu dengan melihat perkembangan kondisi udara.
“Rentang waktunya kita buat per minggu. Kita evaluasi seminggu, kemudian kita evaluasi lagi setiap minggu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah menerangkan, surat edaran terkait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah disiapkan dan diterbitkan untuk seluruh sekolah.
“Surat edaran sudah kita siapkan, hari ini kita terbitkan dan kita edarkan. Ini juga menindaklanjuti surat edaran Pak Bupati tentang bagaimana langkah menghadapi kebakaran hutan, asap, serta kekeringan,” katanya, Rabu (2/9/2026) usai pelaksanaan Shalat Istisqa.
Ia menjelaskan, pembelajaran jarak jauh mulai diterapkan pada Kamis (3/9/2026). Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah dan guru diminta tetap aktif memastikan proses belajar siswa berjalan dengan baik, Pembelajaran secara daring berlaku pada jenjang PAUD, SD dan SMP.
“Besok sudah kita terapkan pembelajaran jarak jauh. Kita tidak hanya memperhatikan kondisi saat ini, tetapi juga bagaimana hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tetap terjaga,” katanya.(riz)










