Menteri Kebudayaan Kenang Nasirun dan Dedikasinya bagi Seni Rupa Indonesia

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat mengunjungi galeri maestro seni rupa Indonesia almarhum Nasirun, di Yogyakarta (Dok. Kementerian Kebudayaan)
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat mengunjungi galeri maestro seni rupa Indonesia almarhum Nasirun, di Yogyakarta (Dok. Kementerian Kebudayaan)
banner 468x60

YOGYAKARTA, LINGKARKALTIM: Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir dalam takziah yang diselenggarakan oleh keluarga maestro seni rupa Indonesia, Nasirun, di Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Menbud Fadli Zon menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan mengenang Nasirun sebagai sosok seniman yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan seni rupa Indonesia.

Menbud mengatakan dirinya telah mengenal Nasirun sejak belasan tahun lalu. Beliau menyebut kepergian Nasirun sebagai kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi para seniman, kolega, pecinta seni, dan masyarakat Indonesia yang mengenal karya serta sosok almarhum.

Read More
banner 300x250

“Seorang maestro seni rupa Indonesia, yang telah saya kenal sejak belasan tahun lalu. Kita tentu sangat kehilangan seorang tokoh yang luar biasa dan telah memberi kontribusi besar bagi perjalanan seni rupa Indonesia. Kami mengucapkan duka cita yang mendalam sejak menerima berita kepergian almarhum pada tanggal 1 Agustus 2026,” ungkap Menbud.

Menbud Fadli Zon juga mengenang Nasirun sebagai pribadi yang hangat, terbuka, dan mudah bergaul dengan siapa saja. Menurutnya, karakter tersebut membuat Nasirun memiliki kedekatan dengan banyak kalangan, sementara rumah dan galerinya menjadi ruang yang terbuka bagi siapa pun untuk datang, berbincang, dan menikmati proses berkesenian.

“Beliau adalah sosok yang saya kenal, suka tertawa, sangat terbuka, inklusif, tidak ada batas, bergaul dengan siapa saja. Pintu rumah beliau pun selalu terbuka untuk siapa saja, hampir boleh dibilang kadang-kadang rumahnya tidak pernah terkunci, dan tidak pernah juga berhenti untuk berkarya. Saya pun sering datang ke galeri atau ke rumah beliau ini sejak belasan tahun yang lalu dan merasakan keakraban pergaulan yang jarang kita dapati belakangan ini,” jelas Menbud.

Menurutnya, keterbukaan Nasirun juga tercermin dalam karya-karyanya yang kuat dengan unsur tradisi dan spiritualitas. Beliau melihat wayang, tradisi, serta nilai-nilai spiritual menjadi bagian yang menyatu dalam ekspresi seni Nasirun dan menunjukkan kedekatan sang maestro dengan akar budaya yang menjadi sumber inspirasinya.

“Almarhum selalu memberikan ekspresi budaya yang luar biasa, mulai dari yang bersifat tradisi seperti wayang, spiritualitas, kemudian juga menjadi karya. Orang tidak bisa tidak mengatakan bahwa karyanya memang menyatu dengan rohnya, soul-nya dari Nasirun,” tambah Menbud.

Sebagai bentuk penghargaan pemerintah atas kontribusi Nasirun bagi seni rupa Indonesia, Kementerian Kebudayaan merencanakan penyelenggaraan pameran karya-karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia dalam rangka 40 hari wafatnya almarhum. Pameran tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para pecinta seni untuk kembali melihat karya-karya Nasirun sekaligus mengenang perjalanan dan keteladanan almarhum dalam berkesenian.

Lebih lanjut, Menbud mengatakan bahwa pameran tersebut juga akan menjadi momentum untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Nasirun dan mendoakan almarhum, sekaligus memberikan ruang bagi keluarga, seniman, dan masyarakat untuk mengenang sosoknya. Pameran itu direncanakan menjadi salah satu pameran terakhir di Galeri Nasional Indonesia sebelum memasuki tahap renovasi.

Mewakili keluarga, istri Nasirun, Supartilah, menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan dukungan yang selama ini diberikan kepada almarhum. Ia berharap karya dan semangat Nasirun dalam berkesenian dapat terus memberikan warna bagi dunia seni sekaligus mendorong masyarakat Indonesia untuk semakin mencintai seni.

“Semoga setiap karya dari almarhum Nasirun bisa ikut meramaikan dunia kesenian, khususnya pada negara, pada umumnya juga untuk masyarakat Indonesia yang mencintai seni,” ungkap Supartilah.

Turut hadir dalam acara takziah, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Riris Purbasari.

Menteri Kebudayaan berharap seluruh kebaikan dan kontribusi Nasirun selama hidupnya menjadi amal jariyah serta almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Beliau juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.

 

(Sumber: kemenbud.go.id)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *