Desa Sungai Payang Berhasil Panen Kedua

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri mengendarai Combine harvester saat panen di Desa Sungai Payang. (dok. Kukar.kab.go.id)
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri mengendarai Combine harvester saat panen di Desa Sungai Payang. (dok. Kukar.kab.go.id)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Produktivitas pertanian di Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu menunjukkan perkembangan positif karena para petani kembali melakukan panen padi untuk kali kedua.

Panen kedua ini menjadi gambaran bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang untuk terus ditingkatkan, meski ketersediaan air menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi petani.

Read More
banner 300x250

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani mengatakan panen kali ini mencakup lahan lebih dari 200 hektare.

“Lebih dari 200 hektare. Ini panen kedua kali,” kata dia, Sabtu (29/8/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan sumber air menjadi faktor yang membuat petani saat ini belum dapat meningkatkan frekuensi tanam.

Jika kebutuhan air dapat dipenuhi secara berkelanjutan, lahan pertanian di Sungai Payang berpotensi ditanami hingga tiga kali tahun ini.

“Kalau air itu bisa kita alirkan ke sawah, ketika dia tidak terkendala dengan musim, maka kita upayakan dia bisa tanam tiga kali,” ujar Rifani.

Dia mengungkapkan bahwa petani Sungai Payang telah memperoleh bantuan satu unit combine harvester dari pemerintah.

Dengan tambahan tersebut, kini terdapat dua unit combine yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan panen di wilayah tersebut.

Keberadaan dua alat panen itu membuat proses panen dapat berlangsung lebih cepat, terutama karena lahan yang memasuki masa panen cukup luas dan waktunya relatif bersamaan.

“Mereka undang Pak Bupati kemarin karena mereka merasa bersyukur. Sekarang panennya hampir serempak. Cepat panennya, kan ada dua combine yang bergerak di sana,” ungkapnya.

Setelah panen kedua selesai, para petani Sungai Payang berencana segera kembali melakukan penanaman.

Namun, rencana tersebut masih sangat bergantung pada ketersediaan air.

Rifani mengatakan bahwa Distanak Kukar kini berupaya mencari solusi agar kebutuhan air untuk musim tanam berikutnya dapat dipenuhi.

Salah satu opsi yang tengah disiapkan adalah penempatan pompa berkapasitas enam inci di kawasan pertanian Sungai Payang.

Pihaknya belum ingin memberikan janji kepada para petani sebelum memastikan ketersediaan alat tersebut.

Namun, ia berkomitmen mengupayakan agar pompa dapat segera ditempatkan di lokasi.

“Ya, itu makanya saya bilang, saya tidak menjanjikan, tetapi saya akan mengupayakan. Kalau dalam waktu dekat ini ada pompa 6 inch, saya akan taruh di Sungai Payang,” kata dia.

Ia menjelaskan, pompa tersebut mampu membantu mengalirkan air dalam volume yang lebih besar ke areal persawahan.

Dengan demikian, petani tidak harus sepenuhnya bergantung pada curah hujan untuk memulai musim tanam berikutnya.

“Tinggal nanti dengan Pak Kades minta buatkan pondoknya. Kalau 6 inch itu luar biasa kan, mereka bisa cepat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan dukungan terhadap petani agar produktivitas pertanian dapat meningkat.

“Pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara akan selalu berusaha untuk selalu hadir di tengah para petani kita,” tegas dia.

Ia mengatakan dukungan pemerintah tidak hanya untuk meningkatkan produksi padi, tetapi juga supaya bisa berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.

“Para petani kita bisa produktif, bisa hasil panennya jauh lebih baik lagi, sehingga penghasilan para petani kita itu jauh lebih baik lagi,” pungkas Aulia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *