KUKAR, LINGKARKALTIM: Kondisi roller pada Continuously Variable Transmission (CVT) motor matic yang sudah aus, dapat menimbulkan performa tenaga berkurang dan kerusakan serius pada komponen CVT tersebut.
Salah satu mekanik motor di Tenggarong Muhammad Tri mengatakan, peran roller ini sangat penting pada kendaraan motor matic. Pasalnya, roller ini bertujuan untuk menekan dinding pully dan diubah menjadi tenaga yang disalurkan menuju roda belakang.
Seiring pemakaian, roller akan mengalami keausan akibat gesekan yang terjadi di dalam rumah CVT.
“Jika tidak segera diganti, kondisi tersebut dapat menurunkan performa motor hingga berpotensi merusak komponen CVT lainnya,” kata Muhammad Tri pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, (5/8/2026).
Adapun tanda-tanda roller harus diganti ialah, bentuk roller yang aus, ompong, peyang atau tak bulat sempurna.
Kemudian, akselerasi motor menjadi berkurang, muncul suara berisik atau geteran yang kencang.
“Harga roller ini sangat murah hanya sekitar Rp. 100 ribu an,” sebutnya.
Ia menegaskan, bagi pemilik kendaraan motor matic yang mengalami tanda- tanda tersebut, bisa segera melakukan perbaikan motor matiknya di bengkel terpercaya.
Sementara itu pemilik motor matik di Tenggarong, Muhammad Rahmat menyebutkan, kerusakan roller jika tak ditangani segera bisa menimbulkan kerusakan fatal pada komponen lainnya.
“Kesalahan saya tidak memahami gejala kerusakan roller, sehingga komponen lainnya juga rusak,” sebut Muhammad Rahmat.
Hal ini menimbulkan biaya yang cukup banyak. Seharusnya biaya perbaikan kerusakan roller ini murah hanya Rp. 100 ribu an, tapi dengan kerusakan kompenen lainnya bisa mencapai Rp. 500 ribu an. (Kik)










