Keluh Kesah Pedagang Pasar Tangga Arung: Dagangan Sepi hingga Berharap Pasar Basah dan Bioskop Bisa Jadi Solusi

Lapak Lantai 2 yang terlihat sepi pengunjung dan beberapa kios tutup, Rabu (8/7/26). (Dilla/lingkarkaltim)
Lapak Lantai 2 yang terlihat sepi pengunjung dan beberapa kios tutup, Rabu (8/7/26). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Menempati fasilitas baru rupanya belum menjadi jaminan bagi para pedagang untuk meraup untung. Begitulah yang dirasakan oleh Sinarsih (60), salah satu pedagang yang sudah setia berjualan di Pasar Tangga Arung selama kurang lebih 32 tahun.

Alih-alih makin ramai, kepindahannya ke lapak baru di lantai dua sejak tujuh bulan lalu justru membawa penurunan omzet yang drastis. Sinarsih yang sehari-harinya menjual camilan snack dan sembako ini mengaku kondisi pasar saat ini sangat sepi pembeli.

Read More
banner 300x250

“Sering sekali dalam sehari cuma satu orang saja yang beli. Kadang orang lewat saja, tidak mampir. Malah kalau ada barang yang kedaluwarsa terpaksa kami buang. Saya bingung harus bagaimana lagi,” ungkap Sinarsih sambil meneteskan air mata, Rabu (8/7/2026).

Meski kondisi sulit, Sinarsih memilih bertahan karena keterbatasan biaya jika harus menyewa tempat di luar pasar. Ia pun menaruh harapan besar pada rencana penataan ulang pasar ke depan.

Baginya, menyatukan pasar basah ke area tersebut serta menghadirkan fasilitas hiburan seperti bioskop bisa menjadi magnet baru untuk mendatangkan pengunjung.

“Saya sangat senang kalau ada pasar basah digabung di sini, ditambah ada bioskop. Harapannya pendapatan kita bisa bertambah,” tuturnya.

Rencana penggabungan ini rupanya juga mendapat respons positif dari pedagang di luar kawasan tersebut. Erni, seorang pedagang sayur di Pasar Basah Mangkurawang, mengaku tidak keberatan jika memang harus disatukan dengan pasar kering demi meramaikan suasana.

Meski setuju, Erni memberikan catatan penting terkait kenyamanan dan tata ruang pasar nantinya. Dirinya menekankan kebersihan dan fasilitas penunjang harus tetap menjadi prioritas utama agar pasar tetap nyaman dikunjungi.

“Saya setuju saja jika itu bisa memberikan dampak baik dan meramaikan pasar tapi, kebersihan dan fasilitas juga harus terjaga. Alangkah baiknya tetap dipisah zonasinya biar lebih teratur,” pungkas Erni. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *