KUKAR, LINGKARKALTIM: Wakil Ketua III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Aini Faridah meminta Pemkab Kukar untuk memprioritaskan program-program yang paling mendesak di tengah kondisi keuangan yang masih terbatas.
Pasalnya saat ini realisasi dana transfer dari pemerintah pusat ke Kukar yang hingga memasuki Juni 2026 baru mencapai sekitar 23 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab sejumlah proyek dan kegiatan daerah belum dapat dijalankan sesuai rencana.
Menurutnya, situasi fiskal yang dihadapi Kukar saat ini berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian agar program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat tetap dapat berjalan.
Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya dialami Kukar, melainkan hampir seluruh daerah di Indonesia yang juga menghadapi tantangan serupa terkait transfer anggaran dari pemerintah pusat.
“Apalagi sekarang baru 23 persen ya. Artinya kita syukurilah karena tidak hanya Kutai Kartanegara yang seperti ini, tapi semua kabupaten yang ada di Indonesia,” ucap dia, Selasa (2/6/2026).
Ia mengatakan, keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pemerintah daerah kehilangan fokus terhadap pelayanan masyarakat.
Menurutnya, langkah paling realistis saat ini adalah menyesuaikan rencana kegiatan dengan kemampuan keuangan yang tersedia.
Dengan kondisi tersebut, program-program prioritas perlu menjadi perhatian utama agar manfaat pembangunan tetap dirasakan masyarakat meski ruang fiskal daerah sedang mengalami tekanan.
Dia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mampu menyusun skala prioritas yang jelas, terutama terhadap kegiatan yang berdampak langsung pada kepentingan publik.
“Paling tidak sekarang ini kita bisa menyesuaikan dengan keuangan yang ada. Artinya untuk kegiatan-kegiatan, paling tidak kita bisa melaksanakan yang prioritas terlebih dahulu,” ujar Aini.
Meski demikian, dia berharap kondisi keuangan daerah dapat segera pulih sehingga berbagai program pembangunan yang telah direncanakan bisa kembali berjalan optimal.
Ia menyebut, percepatan penyaluran dana transfer akan sangat membantu pemerintah daerah dalam merealisasikan berbagai kegiatan yang saat ini masih menunggu kepastian anggaran.
Saat ini, kebutuhan masyarakat tetap harus menjadi perhatian utama.
Maka dari itu, seluruh pihak agar dapat bersabar sembari pemerintah daerah menyesuaikan kebijakan dengan kondisi fiskal yang ada.
Pihaknya optimistis ketika kondisi keuangan kembali normal, berbagai program yang tertunda dapat direalisasikan dan manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kukar.
“Kita berharap ini bisa cepat pulih sehingga semua kegiatan bisa terakomodir dan bisa direalisasikan, terutama untuk kepentingan masyarakat Kukar,” pungkasnya. (ASR)










