KUKAR, LINGKARKALTIM: DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan sektor pendidikan tidak akan terdampak kebijakan efisiensi anggaran, khususnya terkait isu pengurangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ketua Komisi IV, Andi Faisal menegaskan bahwa tenaga pendidik dan tenaga kesehatan menjadi prioritas utama yang tidak akan disentuh, bahkan dalam kondisi fiskal terberat sekalipun.
“Kami tegaskan, tidak ada kata pemangkasan atau pengurangan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan. Bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun, dua sektor ini tidak akan kita sentuh,” ucap dia Selasa (21/4/2026).
Ia menyebut, DPRD Kukar bersama pemerintah daerah justru tengah mencari formulasi terbaik agar kesejahteraan tenaga honorer, khususnya guru, dapat terus meningkat.
“Kami berupaya mencari variabel terbaik supaya teman-teman honorer, terutama guru, bisa mendapatkan peningkatan pendapatan. Jadi tidak usah khawatir,” kata Faisal.
Dia mengakui bahwa isu efisiensi anggaran memang berpotensi berdampak pada beberapa sektor, seiring adanya pengurangan belanja dalam APBD. Namun, ia memastikan kebijakan tersebut tidak akan menyasar sektor pendidikan.
“Untuk sektor pendidikan insya Allah tidak ada. Kami di Kukar akan mengelola anggaran sebaik mungkin tanpa menghilangkan hak para guru,” tuturnya.
Ia juga menegaskan DPRD Kukar dan pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak mengurangi satu pun tenaga PPPK guru di Kukar.
“Kalau ada satu orang pun guru PPPK yang diberhentikan, silakan kabari kami. Kami sepakat dengan Pak Bupati, tidak akan mengurangi satu orang pun,” sebut dia.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa jika ada guru PPPK yang mengundurkan diri, hal tersebut merupakan keputusan pribadi yang tidak bisa diintervensi oleh pemerintah daerah.
Dia mengatakan, persoalan penempatan yang selama ini menjadi keluhan sebagian tenaga PPPK.
“Penempatan PPPK itu kewenangan pusat. Pemerintah daerah hanya mengusulkan kebutuhan formasi. Jadi tidak ada unsur suka atau tidak suka dalam penempatan,” ungkap Faisal.
Dengan berbagai langkah tersebut, DPRD Kukar berharap tenaga pendidik tetap fokus menjalankan tugasnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
“Teman-teman guru tetap semangat. Didik masyarakat Kutai Kartanegara menjadi lebih baik dan lebih pintar. Tidak perlu khawatir dengan isu yang berkembang,” pungkasnya. (ASR)










