Pemeliharaan Jembatan Kukar Tunggu Kajian Teknis dari Kementerian PUPR

Jembatan Kutai Kartanegara. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Jembatan Kutai Kartanegara. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar masih menunggu hasil kajian teknis dari pemerintah pusat terkait rencana pemeliharaan Jembatan Kutai Kartanegara di Tenggarong.

Kepala Bidang Bina Marga, Linda Juniarti menjelaskan bahwa setiap pekerjaan pemeliharaan jembatan, khususnya yang memiliki bentang panjang, harus diawali dengan kajian teknis oleh pihak yang berwenang.

Read More
banner 300x250

Ia menjelaskan, sejak Desember lalu pihaknya telah mengirimkan surat kepada kementerian terkait melalui balai jembatan untuk meminta penilaian teknis terhadap kondisi jembatan tersebut.

“Karena Jembatan Kartanegara merupakan jembatan bentang panjang sehingga setiap kegiatan pemeliharaan harus melalui persetujuan dari balai jembatan di bawah kementerian,” ucap dia, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa di bawah balai jembatan terdapat Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan yang memiliki kewenangan untuk melakukan penilaian keselamatan terhadap struktur jembatan.

Pada Januari lalu, DPU Kukar juga telah diundang oleh pihak kementerian untuk mengikuti pembahasan terkait kondisi beberapa jembatan di daerah tersebut.

“Dalam pertemuan itu tidak hanya Jembatan Kartanegara yang dibahas, tetapi juga dua jembatan bentang panjang lainnya di Kutai Kartanegara,” jelas Linda.

Dua jembatan lain yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut yakni Jembatan Aji Batara Agung Dewa Sakti dan Jembatan Martadipura.

Ketiganya merupakan jembatan dengan bentang panjang yang memerlukan penanganan khusus dalam proses pemeliharaan.

“Hasil pertemuan menyebutkan bahwa tim dari kementerian akan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jembatan. Namun sampai sekarang kami masih menunggu jadwalnya,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut dari rapat tersebut, pihaknya kembali mengirimkan surat kepada kementerian guna meminta kepastian jadwal pemeriksaan.

Sambil menunggu pemeriksaan dari tim ahli, DPU Kukar tetap melakukan pemantauan secara internal terhadap kondisi jembatan melalui pengamatan visual di lapangan.

Dari hasil pemantauan tersebut, terlihat adanya penurunan pada bagian sambungan jembatan atau expansion joint.

“Secara visual memang terlihat ada penurunan pada bagian expansion joint yang bisa dirasakan ketika kendaraan melintas,” terang dia.

Meski demikian, Linda menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menentukan tingkat kerusakan secara pasti.

Untuk memastikan penyebab serta tingkat kerusakan struktur jembatan, diperlukan pemeriksaan oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi khusus di bidang struktur jembatan.

“Untuk memastikan penyebab maupun tingkat kerusakan tidak bisa hanya berdasarkan pengamatan visual. Pemeriksaan harus dilakukan oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang struktur jembatan,” kata Linda.

Dia menerangkan bahwa nantinya tim ahli dari kementerian akan melakukan pemeriksaan di lapangan dan hasilnya akan dilaporkan kepada Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut akan ditentukan metode penanganan yang tepat, apakah berupa pengujian dinamis, pengujian statis, atau metode teknis lainnya.

“Metode pemeriksaan bisa berbeda-beda, tergantung hasil pemeriksaan awal di lapangan. Biasanya setelah dilihat secara detail baru ditentukan jenis pengujian yang diperlukan,” tuturnya.

Sementara itu, untuk pekerjaan yang bersifat kosmetik seperti pengecatan jembatan, Linda menyebutkan bahwa hal tersebut sebenarnya hanya berfungsi sebagai perlindungan permukaan material agar tidak cepat mengalami kerusakan.

“Saat ini fokus utama kami tetap pada hasil kajian teknis untuk memastikan kondisi struktur jembatan secara menyeluruh sebelum dilakukan pemeliharaan,” pungkas dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *