DPU Kukar akan Perbaiki Jalan Berlubang yang Bahayakan Pengguna Jalan di Tenggarong

Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutai Kartanegara mulai memprioritaskan perbaikan sejumlah titik jalan berlubang di wilayah Tenggarong yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Kepala Bidang Bina Marga, Linda Juniarti mengatakan pihaknya telah mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan kerusakan jalan di beberapa lokasi yang dianggap paling mendesak.

Read More
banner 300x250

“Saat ini memang ada beberapa titik jalan berlubang di wilayah Tenggarong yang dinilai cukup membahayakan pengguna jalan. Karena itu kami mengalokasikan anggaran untuk penanganan titik-titik tersebut,” ucap dia, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan, tidak seluruh kerusakan jalan dapat diperbaiki sekaligus dalam waktu singkat.

Namun, pemerintah daerah berupaya memprioritaskan titik yang paling berisiko bagi keselamatan pengendara agar dapat ditangani, khususnya sebelum Lebaran.

“Memang tidak semua kerusakan jalan bisa langsung tertangani sekaligus. Namun untuk titik yang dinilai paling mendesak, kami prioritaskan agar dapat diselesaikan sebelum Lebaran,” jelas Linda.

Untuk mempercepat proses penanganan, lanjut dia, pekerjaan perbaikan dilakukan melalui mekanisme penunjukan langsung dengan nilai kontrak sekitar Rp300 juta hingga maksimal Rp400 juta.

“Pekerjaan hari ini sudah berkontrak melalui mekanisme penunjukan langsung dengan nilai sekitar Rp300 juta sampai Rp400 juta. Skema ini dipilih agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Sejumlah titik yang akan segera diperbaiki antara lain di depan Jembatan Repo-Repo, pertigaan Lampu Merah yang permukaan jalannya menonjol, kawasan depan Gang Lumpur, serta beberapa bagian di depan kantor Badan Pendapatan Daerah Kukar.

Selain itu, perbaikan juga akan dilakukan pada jalur menuju Jalan Sutoyo yang saat ini mengalami kerusakan pada beberapa titik dan berpotensi membahayakan pengendara.

“Kami berharap dalam waktu dekat alat sudah bisa didatangkan ke lokasi sehingga pekerjaan perbaikan dapat segera dimulai,” ujar Linda.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin jalan yang setiap tahun dianggarkan oleh pemerintah daerah.

Akan tetapi pada tahun ini terdapat beberapa penyesuaian dalam penggunaan anggaran karena adanya prioritas pembangunan lain yang juga mendesak.

“Pada awalnya kami sudah menginventarisasi sejumlah titik jalan yang akan diperbaiki sejak tahun lalu. Namun saat kunjungan Bupati ke Tenggarong Seberang, beliau meminta percepatan perbaikan pada beberapa ruas jalan tertentu,” tutur dia.

Sebagian anggaran pemeliharaan akhirnya dialihkan untuk mendukung perbaikan jalan di kawasan Jalan Jelawat menuju area sebelum Tenggarong Seberang.

Langkah tersebut dilakukan karena kawasan tersebut direncanakan menjadi salah satu lokasi kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.

Secara keseluruhan, anggaran pemeliharaan rutin jalan yang dialokasikan tahun ini mencapai sekitar Rp3 miliar.

“Dari total anggaran sekitar Rp3 miliar tersebut, sebagian digunakan untuk penanganan titik-titik kerusakan jalan di dalam kota yang sifatnya mendesak,” beber Linda.

Dia menerangkan, pekerjaan pemeliharaan jalan secara lebih luas rencananya akan dilelang pada April mendatang. Saat ini prosesnya masih berada pada tahap perencanaan.

“Setelah proses lelang selesai, kami berharap pekerjaan fisik bisa segera dilaksanakan,” terangnya.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, waktu pelaksanaan pekerjaan diperkirakan sekitar tiga bulan.

Linda berharap pengerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.

Sementara itu, untuk kerusakan jalan yang sudah berdampak hingga ke bagian turap, Dinas PU Kukar masih melakukan kajian lebih lanjut mengenai penyebabnya.

Berdasarkan informasi awal, di bawah lokasi kerusakan tersebut terdapat jaringan pipa milik PDAM, sehingga penanganan harus dilakukan dengan perhitungan matang agar tidak menimbulkan kerusakan baru.

“Karena ada pipa PDAM di bawahnya, kami tidak ingin melakukan penanganan sementara yang nantinya harus dibongkar kembali,” harap dia.

Oleh karena itu, pihaknya memilih menunggu hasil kajian lebih lanjut agar perbaikan dapat dilakukan secara permanen sehingga lebih kuat dan aman bagi masyarakat.

“Kami ingin perbaikan yang dilakukan bersifat permanen, sehingga hasilnya lebih kuat dan aman bagi pengguna jalan,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *