KUKAR, LINGKARKALTIM: Menyambut Ramadan 2026, suasana berbeda terasa di RT 03 Jalan Ruwan, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Bukan sekadar hiasan biasa, warga setempat menghadirkan sekitar 1.000 lampion hasil karya bersama yang kini menghiasi sepanjang lingkungan mereka.
Menariknya, lampion tahun ini tampil lebih variatif dibandingkan 2025. Selain jumlahnya yang bertambah, desainnya juga lebih beragam dengan berbagai karakter unik. Kreativitas tersebut lahir dari tangan-tangan warga yang memanfaatkan bahan bekas dan limbah rumah tangga yang sudah tidak terpakai.
Ketua RT 03 Timbau, Faidil, mengatakan, proses pembuatan lampion memakan waktu sekitar dua pekan. Seluruh pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat.
“Sebagian besar bahan berasal dari barang bekas yang dikumpulkan warga. Ada juga beberapa material tambahan yang harus dibeli,” ujarnya di Tenggarong,Senin (2/3/2026).
Untuk merealisasikan program ini, warga mengumpulkan dana swadaya sekitar Rp10 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk melengkapi kebutuhan bahan serta perlengkapan instalasi lampion.
Lebih dari sekadar memperindah lingkungan, kegiatan ini menjadi ruang mempererat kebersamaan. Antusiasme tidak hanya datang dari warga RT 03, tetapi juga masyarakat luar yang turut mengapresiasi inovasi tersebut.
“Inovasi ini mendapat respons positif. Itu yang membuat kami semakin semangat untuk terus berkreasi ke depan,” tambah Faidil.
Aksi kolektif ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kepedulian, kreativitas, dan memperkuat tali silaturahmi. Warga berharap, inisiatif mereka dapat menjadi inspirasi bagi RT lain di wilayah Kutai Kartanegara, khususnya Kecamatan Tenggarong, untuk menghadirkan suasana Ramadan yang meriah dan penuh makna. (kik)










