SMAN 2 Tenggarong Jadi Wadah Road Show Pelatihan Kewirausahaan Daur Ulang Sampah

Para peserta didik yang tengah diajarkan membuat barang bernilai dari daur ulang sampah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Para peserta didik yang tengah diajarkan membuat barang bernilai dari daur ulang sampah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Upaya menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus membangun jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar dilakukan melalui kegiatan Road Show Pelatihan Kewirausahaan Daur Ulang Sampah yang digelar di SMA Negeri 2 Tenggarong, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dan diikuti oleh siswa SMAN 2 Tenggarong serta SMAN 3 Tenggarong.

Read More
banner 300x250

Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Disdikbud Kaltim dan EO Sinar Intan.

Pelatihan tersebut bertujuan menjadikan pengelolaan sampah sebagai media pembelajaran sederhana bagi guru dalam pembinaan karakter siswa, sekaligus memberikan keterampilan kewirausahaan berbasis lingkungan.

Kasi PSMA dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Disdikbud Kaltim, Fadli Yulizanur menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan positif karena menggabungkan pendidikan kewirausahaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Ia mengungkapkan, kewirausahaan telah menjadi bagian dari kurikulum sekolah selama ini. Dengan pelatihan praktik seperti ini, tentu memberikan pengalaman langsung yang memperkaya wawasan siswa maupun guru.

Para siswa diajarkan mengelola limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Limbah plastik seperti botol bekas, tempat telur, hingga kardus dapat diolah menjadi barang yang dapat digunakan kembali bahkan memiliki nilai jual.

“Melalui kegiatan ini siswa tidak hanya belajar kreatif, tetapi juga memiliki peluang untuk menghasilkan nilai ekonomi dari hasil karya mereka. Ini sekaligus mengajarkan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ucap dia.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.

Berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sampah yang baik, dimulai dari lingkungan sekolah.

Pihaknya berharap pelatihan itu dapat terus berlanjut. Ia menilai pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada kebersihan, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi siswa jika dikelola dengan kreatif, dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi produk yang bermanfaat.

“From zero to hero,” tegas Fadli.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Tenggarong, Andi Winarko menilai persoalan sampah di lingkungan sekolah merupakan tantangan nyata yang membutuhkan kesadaran bersama.

Dengan luas area sekolah sekitar empat hektare, pengelolaan sampah menjadi pekerjaan yang tidak ringan apabila tidak diiringi budaya bersih yang kuat.

Ia menerangkan, sampah tidak hanya berasal dari aktivitas siswa, tetapi juga dari masyarakat yang beraktivitas di sekitar sekolah.

Oleh karena itu, solusi yang dibutuhkan bukan sekadar kepedulian sesaat, melainkan pembentukan budaya bersih yang menjadi karakter.

Dia berharap workshop kewirausahaan daur ulang sampah ini mampu melahirkan inovasi baru dalam pemanfaatan limbah, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat di lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki kualitas dan nilai jual yang dapat dipasarkan lebih luas.

“Membangun budaya peduli lingkungan harus dilakukan dengan kesadaran dan kerelaan, bukan karena paksaan. Ini yang ingin kita bangun melalui kegiatan seperti ini,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *