KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan Pasar Lapangan Pemuda tidak lagi diaktifkan.
Terhitung sejak 5 Januari 2026, seluruh aktivitas jual beli di kawasan tersebut resmi dihentikan seiring dengan pemindahan pedagang ke Pasar Tangga Arung Square.
Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menegaskan bahwa penutupan ini merupakan bagian dari penataan pasar dan pengamanan aset daerah.
“Untuk Pasar Lapangan Pemuda, terhitung tanggal 5 Januari kemarin sudah tidak diaktifkan lagi. Tidak diperbolehkan lagi ada aktivitas jual beli di situ,” ucap dia, Selasa (13/1/2026).
Sebagai bentuk penegasan kebijakan, Disperindag Kukar telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk memutus layanan utilitas di lokasi tersebut.
“Kami sudah menyurati pihak PLN dan PDAM agar saluran-salurannya diputus,” kata Fathullah.
Dia menyebutkan, hampir seluruh pedagang yang sebelumnya beraktivitas di Pasar Lapangan Pemuda telah pindah ke lokasi baru.
“Para pedagang sebenarnya sudah hampir 100 persen pindah. Tinggal membongkar sisa-sisa bangunan yang secara pribadi mereka bangun sendiri,” tuturnya.
Untuk mencegah munculnya kembali aktivitas perdagangan maupun penyalahgunaan kawasan, Disperindag Kukar telah menginstruksikan pengamanan secara ketat di area Pasar Lapangan Pemuda.
“Kami sudah menginstruksikan satpam yang bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menjaga lokasi. Supaya tidak ada lagi aktivitas berjualan, tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak pada tempatnya,” tegas dia.
Pengamanan tersebut, lanjut Fathullah, bertujuan menjaga aset pemerintah daerah agar tidak rusak atau hilang. Pasalnya, bangunan yang menjadi aset pemerintah direncanakan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme lelang.
“Ini penting supaya aset kita tidak rusak atau hilang, karena nantinya akan ditransaksikan oleh pemerintah untuk dilelang, khususnya bangunannya,” sebutnya.
Terkait rencana pemanfaatan kawasan Pasar Lapangan Pemuda ke depan, dia menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih melakukan pembahasan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Hasil diskusi dengan Pak Wakil (Rendi Solihin), nanti beliau akan membicarakan secara khusus dengan Dispora. Mau dijadikan apa ke depannya, Pak Wakil yang akan menyampaikan langsung ke OPD terkait,” pungkas Fathullah. (ASR)










