Pemkab Kukar Bidik Pakuwon Group Bangun Mall

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan rencana menghadirkan pusat perbelanjaan modern berskala besar.

Wacana pembangunan mall di Kukar kini mengerucut pada satu nama besar, yakni Pakuwon Group, salah satu pengembang properti dan pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia.

Read More
banner 300x250

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin mengungkapkan bahwa rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah pertemuan yang telah dilakukan antara Pemkab dan manajemen Pakuwon, termasuk pertemuan langsung di Jakarta.

“Insyaallah yang akan masuk ke Kutai Kartanegara, kalau jadi dan berjodoh, itu adalah Pakuwon,” kata dia saat diwawancarai oleh awak media, Rabu (7/1/2026).

Pakuwon Group dikenal sebagai pengembang berbagai pusat perbelanjaan ikonik di Indonesia.

Rendi menjelaskan, perusahaan tersebut memiliki beberapa klasifikasi mall yang disesuaikan dengan karakter dan daya beli wilayah.

“Pakuwon itu punya tiga tipe mal. Ada City Mall, ada City Centrum, dan yang paling tinggi itu Park Mall. Park Mall ini setahu saya baru ada di Surabaya dan Jakarta,” ungkap Rendi.

Sementara itu, tipe City Mall sudah banyak dikembangkan di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk di Kaltim.

Salah satu contoh terdekat adalah City Mall di Kota Bontang, yang saat ini berhasil memberikan dampak ekonomi signifikan.

“Di Bontang itu PAD yang dihasilkan sampai sekitar Rp2 miliar per tahun. Bahkan dari bioskop XXI saja kontribusinya sekitar Rp1,2 miliar,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan mall tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga membuka peluang kerja dalam jumlah besar bagi masyarakat lokal.

“Kalau standar mal dibangun di satu kabupaten, kurang lebih 1.500 tenaga kerja akan terserap. Dan itu kita pastikan adalah tenaga kerja lokal,” tegas dia.

Ia menerangkan, ketertarikan Pakuwon untuk berinvestasi di Kukar cukup serius. Developer tersebut, kata dia, mencari lahan untuk dibeli, bukan disewa, sebagaimana pola investasi yang mereka terapkan di daerah lain.

“Mereka mencari lahan untuk dibeli, bukan disewa. Sama seperti di Bontang. Jadi mereka akan hitung sendiri, appraisal sendiri, sesuai target market mereka,” terang Rendi.

Saat ini, pemerintah daerah tengah fokus mencarikan lokasi yang paling sesuai dan strategis, tanpa mengganggu pusat ekonomi tradisional yang sudah ada.

“Target kami saat ini mencarikan lokasi. Kita tidak akan mengganggu Pasar Tangga Arung Square, karena itu adalah pusat perekonomian baru kita,” katanya.

Pemkab Kukar, lanjut Rendi, justru ingin mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah lain agar terjadi pemerataan pembangunan.

“Kita tawarkan beberapa opsi lokasi. Yang pertama di kawasan Kekraf, dan mereka cukup tertarik. Tapi masih kita hitung secara matang. Opsi kedua itu di wilayah Jongkang,” sebut dia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru dan tetap memberikan ruang bagi investor untuk melakukan kajian bisnis secara komprehensif.

“Kapan realisasi? Yang terbaik buat developer tersebut. Artinya mereka akan beli, mereka akan menghitung, mereka akan appraisal sendiri,” tutup Rendi. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *