Warga Timbau Lakukan Demonstrasi di Kantor Kelurahan

Aksi Demonstrasi Warga Timbau di Kantor Kelurahan. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Aksi Demonstrasi Warga Timbau di Kantor Kelurahan. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Puluhan warga Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk pernyataan sikap penolakan terhadap pembangunan Gedung Gerai Koperasi Merah Putih yang direncanakan berdiri di atas lapangan bola Rapak Mahang.

Aksi demonstrasi yang dilakukan di halaman kantor Kelurahan Timbau itu berlangsung pada Selasa (30/12/2025).

Read More
banner 300x250

Aksi tersebut menegaskan bahwa penolakan warga bukan ditujukan pada keberadaan Koperasi Merah Putih, melainkan pada lokasi pembangunan yang dinilai tidak tepat karena menggunakan fasilitas publik milik masyarakat.

Ketua RT 13 Kelurahan Timbau, Tuti Mandasari menyampaikan bahwa tuntutan warga dalam aksi tersebut lebih menekankan pada sikap kolektif masyarakat yang merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

“Tuntutan kami lebih ke pernyataan sikap. Warga menolak pembangunan Koperasi Merah Putih di lapangan bola. Bukan menolak koperasinya, tapi menolak pembangunannya di lokasi ini,” tegas dia.

Menurutnya, sejak awal masih terdapat opsi-opsi lokasi lain yang seharusnya dapat dipertimbangkan oleh pemerintah. Namun, hingga pekerjaan dimulai, warga setempat sama sekali tidak diajak berdiskusi.

“Kalau dari awal dibicarakan, masih ada opsi lain. Itulah fungsi keterlibatan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan. Tapi dari awal sampai hari ini, kami tidak pernah dilibatkan sama sekali,” ujar Tuti.

Dia menjelaskan, berdasarkan pemahaman warga, salah satu syarat penentuan titik koordinat pembangunan gedung Gerai Koperasi Merah Putih adalah adanya keterlibatan masyarakat yang diwakili RT setempat. Namun, syarat tersebut dinilai diabaikan.

“Setahu kami, penentuan titik koordinat pembangunan itu harus melibatkan masyarakat yang diwakili RT. Tapi kami tidak pernah diajak bicara. Itulah kenapa hari ini kami turun aksi,” katanya.

Lapangan bola Rapak Mahang, lanjut Tuti, memiliki fungsi penting bagi warga Kelurahan Timbau, bukan hanya sebagai sarana olahraga, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan kesenian masyarakat.

“Ini jelas fungsinya untuk sarana olahraga, bukan cuma olahraga tapi juga kegiatan kesenian dan aktivitas masyarakat lainnya. Kompleks lah fungsinya. Yang menggunakan lapangan ini ya warga Kelurahan Timbau sendiri,” jelas dia.

Ia juga menyayangkan sikap pihak kelurahan dan aparat terkait yang dinilai terlalu cepat menawarkan aset tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan masyarakat.

“Kalau pemerintah minta aset mana yang bisa digunakan, seharusnya tidak serta-merta pihak kelurahan atau Babinsa langsung menyampaikan, ‘ini aset kami silakan pakai’. Keterlibatan masyarakat itu penting,” sebut Tuti.

Dia mengungkapkan, warga sempat menghentikan sementara aktivitas pembangunan pada hari kedua. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respon sesuai harapan masyarakat.

“Tuntutan kami tidak diindahkan. Maksud kami itu sederhana, ada mediasi dulu, ada pertemuan antara masyarakat dengan pihak-pihak yang berkompeten. Tapi sejauh ini tidak ada omongan dari pemerintah kepada kami,” ungkapnya.

Tuti mengatakan, karena tidak adanya ruang dialog, Forum RT Kelurahan Timbau akhirnya menyatakan sikap secara terbuka melalui aksi demonstrasi.

“Hari ini kami menyatakan sikap menolak dengan tegas adanya pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di lapangan bola Rapak Mahang,” pungkas dia. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *