KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kukar memastikan seluruh tunggakan retribusi pedagang dari masa lalu tetap menjadi kewajiban yang harus diselesaikan.
Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah menyikapi persoalan tunggakan retribusi pasar yang sempat terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Ia menerangkan, tidak ada kebijakan penghapusan tunggakan retribusi karena hal tersebut tidak dibenarkan dalam aturan pemeriksaan keuangan negara.
“Ya tetap harus mereka bayar, tidak ada namanya penghapusan. Karena BPK itu tidak mengenal penghapusan, tapi cicil boleh,” ucap dia, Jumat (19/12/2025).
Disperindag Kukar memberikan ruang keringanan kepada pedagang dengan mekanisme pembayaran secara bertahap atau dicicil, sehingga tidak memberatkan pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pasar.
Berdasarkan data terbaru, penyelesaian tunggakan retribusi pedagang menunjukkan progres yang sangat signifikan.
Ia mengungkapkan, sebagian besar pedagang telah melunasi kewajiban mereka.
“Informasi yang saya dapat, hampir 80 persen pedagang kita sudah melunasi. Bahkan bisa sampai 90 persen. Tinggal sekitar 20 persen saja lagi,” kata Fathullah.
Sisa tunggakan tersebut, lanjut dia, tetap akan ditagih sesuai ketentuan yang berlaku.
Disperindag Kukar berkomitmen menuntaskan persoalan ini secara bertahap dengan pendekatan persuasif, tetapi tetap berpegang pada aturan.
Peningkatan kepatuhan pedagang dalam membayar retribusi berdampak langsung pada lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kukar dari sektor pasar.
Pada tahun anggaran 2025, Disperindag Kukar awalnya ditargetkan mengumpulkan retribusi pasar sebesar Rp800 juta. Namun, realisasi hingga Desember 2025 justru melampaui target secara signifikan.
“Alhamdulillah, di Desember ini kita melebihi target. Dari target Rp800 juta, realisasi retribusi pasar kita mencapai Rp1,6 miliar,” ungkapnya.
Capaian tersebut menjadi indikator membaiknya tata kelola pasar, meningkatnya kesadaran pedagang, serta efektivitas sistem penarikan retribusi yang mulai dibenahi.
Dengan hadirnya Pasar Tangga Arung sebagai pusat perdagangan baru di Tenggarong, Disperindag Kukar semakin optimistis terhadap peningkatan PAD ke depan.
“Kemarin saja tanpa Tangga Arung kita sudah ditarget Rp800 juta dan realisasinya 1,6 miliar. Dengan adanya Tangga Arung ini, saya yakin 2 miliar ke atas itu bisa kita lampaui,” pungkas dia. (ASR)










