Disperindag Kukar Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Program Besorok

Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mendorong skema kolaboratif baru antara toko modern dan pelaku usaha mikro di tingkat lingkungan.

Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah bahwa menilai model ini tetap relevan di era hadirnya toko modern.

Read More
banner 300x250

Bahkan, Besorok sebagai potensi yang bisa diberdayakan secara lebih terstruktur, terutama untuk pelaku usaha kecil yang kesulitan memenuhi persyaratan masuk ke retail besar.

Melihat kebiasaan lokal itu, Disperindag melakukan pendekatan langsung kepada pengelola toko modern di Kukar.

Hasilnya, beberapa toko modern menyatakan kesediaannya memberi ruang bagi warga sekitar untuk berjualan melalui skema Besorok.

“Pihak toko modern menyambut baik. Mereka akan menyediakan area parkirnya untuk lokasi berjualan. Meja disiapkan pihak RT, dan warga RT yang memanfaatkannya,” jelas dia, Senin (1/12/2025).

Dengan pola ini, ia menyebut UMKM yang selama ini terhalang persyaratan formal retail modern tetap punya tempat untuk menjual dagangannya.

Kata dia, tidak ada pungutan dari pihak toko modern, dan seluruh pengelolaan diserahkan kepada RT setempat.

Untuk menjaga keteraturan, Disperindag Kukar menyepakati batasan waktu berjualan. Pedagang dapat memilih salah satu waktu yang ramai pembeli, yaitu 3 jam pagi, sore, atau malam.

Setelah selesai, area harus langsung dibersihkan. Pola ini bisa dilakukan setiap hari, atau hanya di hari tertentu seperti Jumat, Sabtu, dan Minggu, tergantung kesepakatan RT dan pedagang.

“Kami memberi ruang, tinggal masyarakat mau atau tidak memanfaatkan pola kerjasama ini,” terang Fathullah.

Menurut dia, program Besorok juga menjadi solusi bagi pelaku UMKM yang selama ini kesulitan masuk ke toko modern karena faktor modal.

Ketika produk UMKM masuk ke retail modern, pembayaran kerap dilakukan sebulan setelah barang masuk. Hal ini tidak mudah bagi usaha kecil yang modalnya terbatas.

Dengan Besorok, UMKM bisa tetap bersaing tanpa tercekik sistem invoice panjang yang sering membuat produk lokal kalah di hulu.

Ia menjelaskan, program Besorok bukan sekadar format dagang, tetapi bagian dari sejarah ekonomi rakyat Kutai.

Polanya fleksibel, dekat, dan berbasis kepercayaan. Tidak seperti retail modern yang membutuhkan standar ketat, Besorok justru memaksimalkan kedekatan sosial masyarakat.

“Itulah kelebihan besorok. Tidak ada pertanyaan soal PIRT atau halal. Karena produsen lokal rata-rata dikenal baik oleh masyarakat sekitar,” tutupnya. (ADV/ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *