Disperindag Kukar Prioritaskan Pembangunan 4 Pasar Desa di 2025

Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah (kiki/Lingkarkaltim)
Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah (kiki/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah membangun 4 pasar desa di 2025 ini.

Adapun 4 lokasi yang menjadi prioritas tersebut berada di Desa Separi, Segihan, Muara Badak, dan Kembang Janggut. Pembangunan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat akses ekonomi masyarakat hingga ke wilayah pedesaan.

Read More
banner 300x250

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah mengatakan, pada perencanaan awal pemerintah akan membangun 7 pasar desa. Namun setelah dilakukan penyesuaian anggaran dan pertimbangan efisiensi, hanya 4 unit yang dapat direalisasikan pada 2025 ini.

“Kita harus melakukan efisiensi dari sisi anggaran dan skala prioritas. Dari tujuh yang direncanakan, 3 unit bisa kita pastikan terbangun,” kata Sayid Fathullah pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Selasa (25/11/2025).

Ia menjelaskan, pemilihan 4 desa tersebut didasarkan pada kebutuhan paling mendesak serta kesiapan lahan masing-masing wilayah.

Selain itu, potensi ekonomi setempat juga menjadi faktor penentu agar keberadaan pasar benar-benar memberikan dampak signifikan bagi warga.

“Kami memilih lokasi yang secara kebutuhan paling tinggi dan memiliki kesiapan dari aspek teknis,” terangnya.

Menurutnya, pembangunan pasar desa bukan sekadar menyediakan fasilitas jual beli, tapi juga menjadi instrumen peningkatan ekonomi lokal.

Pasar desa diharapkan dapat membuka peluang bagi pedagang kecil, meningkatkan perputaran barang, serta memperkuat distribusi komoditas dari dan ke desa-desa.

“Harapannya aktivitas ekonomi masyarakat makin tumbuh dengan adanya pasar yang lebih representatif,” ucapnya.

Ia menambahkan, desain pasar desa nantinya dibuat sederhana namun fungsional, menyesuaikan kebutuhan tiap wilayah. Fasilitas dasar seperti tempat berjualan, saluran air, toilet, dan area parkir akan disediakan agar aktivitas perdagangan dapat berjalan dengan baik.

“Konsepnya tetap menyesuaikan kebutuhan desa, tidak dibuat berlebihan tetapi memenuhi standar,” jelasnya.

Dari sisi anggaran, ia menyebut bahwa efisiensi dilakukan agar pembangunan bisa berjalan tanpa mengganggu program prioritas lain di Disperindag.

Pengurangan jumlah pasar yang dibangun bukan berarti pengurangan komitmen, melainkan penegasan fokus agar hasilnya maksimal.

“Kami ingin memastikan 4 pasar ini betul-betul selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa proses pembangunan akan diawasi secara ketat, baik dari segi kualitas konstruksi maupun waktu penyelesaian.

Disperindag Kukar akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan dukungan penuh selama proses pembangunan berlangsung.

“Kolaborasi daerah menjadi kunci agar pembangunan berjalan lancar,” tuturnya.

Sementara  3 pasar desa lainnya yang belum dapat direalisasikan akan tetap masuk dalam daftar rencana pembangunan jangka menengah.

Jika memungkinkan dari sisi anggaran, pembangunan bisa dilanjutkan pada tahun berikutnya.

“Bukan berarti dihapus, tapi kita tunda dulu sampai kondisi memungkinkan,” jelasnya.

Dengan pembangunan 4 pasar desa tersebut, dirinya berharap, distribusi ekonomi di tingkat pedesaan semakin merata. Masyarakat pun diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas itu secara optimal sebagai pusat aktivitas perdagangan dan peningkatan kesejahteraan.

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi desa semakin kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv/Kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *