Kadis Pertanian Kukar: Kebutuhan Pangan Kaltim Baru Terpenuhi 40 Persen, Jadi Peluang Besar untuk Petani Lokal

kegiatan Sarasehan Ketahanan Pangan dan Tanam Padi Bersama Petani dan Mahasiswa
kegiatan Sarasehan Ketahanan Pangan dan Tanam Padi Bersama Petani dan Mahasiswa
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadistanak) Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Taufik, menegaskan bahwa sektor pertanian Kukar memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Timur (Kaltim), terutama sebagai wilayah penyangga utama bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal itu disampaikan Taufik saat menghadiri kegiatan Sarasehan Ketahanan Pangan dan Tanam Padi Bersama Petani dan Mahasiswa di Pendopo Gapoktan Maju Sejahtera, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Sabtu (25/10/2025).

Read More
banner 300x250

Dalam kesempatan tersebut, Taufik mengungkapkan bahwa dari 20 kecamatan di Kukar, 10 di antaranya merupakan sentra penghasil padi dengan luas baku sawah mencapai 17.370 hektare dan produksi sekitar 120 ribu ton gabah per tahun. Namun, angka tersebut masih belum mencukupi kebutuhan pangan Kaltim secara keseluruhan.

“Saat ini kebutuhan pangan Kalimantan Timur baru bisa terpenuhi sekitar 30 hingga 40 persen. Boro-boro untuk menyiapkan kebutuhan IKN, untuk kebutuhan masyarakat Kaltim saja masih menjadi tantangan berat,” ujarnya.

Meski begitu, Taufik menilai kondisi ini bukanlah hambatan, melainkan peluang besar untuk memperkuat sektor pertanian lokal. Menurutnya, kemandirian pangan harus menjadi arah utama pembangunan Kukar dalam menghadapi transformasi wilayah Kaltim yang semakin pesat dengan kehadiran IKN.

“Ini peluang besar bagi petani Kukar untuk menjadi garda terdepan dalam penyediaan pangan IKN. Pemerintah daerah siap memperkuat langkah melalui peningkatan produksi, pemberdayaan petani, dan perluasan lahan produktif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Taufik menjelaskan bahwa dalam visi pembangunan Kukar 2025–2030, pertanian ditempatkan sebagai fondasi utama bersama sektor pariwisata dan industri hijau berkelanjutan. Pemerintah daerah juga terus mendorong hilirisasi hasil pertanian, optimalisasi lahan eks tambang, serta penguatan kelembagaan petani melalui koperasi dan BUMDes.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci memperkuat ketahanan pangan daerah. Dukungan penelitian dan inovasi dari perguruan tinggi diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

“Kukar memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan Kalimantan Timur dan IKN. Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi, inovasi, dan keberpihakan nyata kepada petani,” pungkas Taufik.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Anggota Komisi II DPRD Kukar Rahmat Dermawan bersama IKA Program Studi Pembangunan Sosial FISIP Unmul itu juga dihadiri oleh unsur akademisi, mahasiswa, petani, serta perwakilan pemerintah daerah dan Otorita IKN. Acara ditutup dengan penanaman padi simbolis sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan di Kukar. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *