KUKAR, LINGKARKALTIM: Sebagai upaya mengatasi persampahan khususnya berjenis plastik, Tempat Sampah Reduce Reuse Recyle (TPS3R) Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kukar berinovasi merubah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Umum Pemerintah Kecamatan Loa Kulu Muhammad Fadli mengatakan, di TPS3R ini bisa mengelola sampah menjadi berbagai jenis BBM baik itu Minyak Gas, Premium hingga Solar. Untuk mengolah sampah menjadi BBM memerlukan mesin Pirolisis.
“TPS3R ini telah dibangun oleh pemerintah daerah sejak 2023 lalu, untuk itu kita maksimalkan pengelolaannya,” kata Muhammad Fadli pada Lingkarkaltim, di Loa Kulu, Senin (20/10/2025).
Ia menyebutkan, mesin tersebut berkapasitas 1 kuintal dan menghasilkan sekitar 70 liter BBM.
“Tapi kita baru mencoba sekitar 50 kilogram sampah plastik dan menghasilkan total sekitar 10 liter,” sebutnya.
Pihaknya telah melakukan uji coba terhadap produksi BBM itu melalui mesin tersebut. BBM jenis seperti solar ini telah dibuktikan menggunakan mesin diesel. Mesin tersebut beroperasi dengan baik.
Meskipun bisa menghasilkan BBM, namun yang menjadi tantangan terbesar pengolahan sampah tersebut ialah, biaya produksi dengan hasil produksi tidak sesuai.
“Biaya produksi lebih mahal daripada yang dihasilkan, karena kita menggunakan 2 tabung LPG 12 Kilogram,” ucapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Loa Kulu tengah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar. Dan mencari opsi sebagai pengganti bahan bakar produksi BBM.
“Bahan bakar produksi BBM itu bisa menggunakan kayu bakar, yang disiram oli dan menggunakan blower,” sebutnya.
Jika sudah menemukan solusi tersebut, ia meyakini terobosan ini sangat memberikan manfaat kepada masyarakat. Terlebih untuk menekan biaya produksi di sektor pertanian.
“Ini sangat menjanjikan, tapi kita perlu kajian untuk mencari solusi yang tepat dalam mengolah sampah plastik menjadi BBM,” pungkasnya. (Adv/Kik)










