Disdikbud Kukar Matangkan Persiapan PKD 2025

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Tahun 2025 yang akan digelar pada 20–24 Oktober mendatang di Gedung ISBI Tenggarong.

Agenda tahunan ini akan mengangkat tema besar tentang 10 Objek Kemajuan Kebudayaan (OKK), sebagai upaya memperkuat edukasi dan kesadaran budaya di kalangan masyarakat, khususnya pelajar.

Read More
banner 300x250

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar menjelaskan bahwa progres persiapan kegiatan tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.

Meski dilaksanakan secara mendadak akibat penyesuaian anggaran, seluruh pihak terkait telah menyatakan kesiapan untuk menyukseskan kegiatan kebudayaan terbesar di Kukar tahun ini.

“Progresnya kira-kira sudah 85 persen. Kegiatan ini memang sedikit mendesak karena adanya efisiensi anggaran, sehingga pelaksanaannya digeser ke Oktober. Tapi pihak-pihak yang terlibat sudah siap dan sangat mendukung,” terang dia, Jumat (17/10/2025).

Disdikbud Kukar bekerja sama dengan Kukar Kreatif, di bawah arahan Erwan Riyadi, sebagai vendor pelaksana teknis.

Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek pameran berjalan sesuai konsep kebudayaan yang telah disusun oleh tim Disdikbud Kukar.

“Kami tetap yang buat konsep utama. Vendor hanya mengikuti alur dan desain yang sudah kami tetapkan. Jadi nilai-nilai kebudayaan lokal tetap menjadi roh dari setiap tampilan dan kegiatan di PKD,” kata Saidar.

PKD 2025, lanjut dia, akan dipusatkan di Gedung ISBI Tenggarong sebagai titik utama pelaksanaan, tetapi akan ada juga sejumlah kegiatan pendukung di area lain seperti Planetarium Tenggarong, yang akan menampilkan permainan dan aktivitas tradisional khas Kutai.

“Fokusnya memang di ISBI, tapi ada juga beberapa titik kegiatan di luar ruangan seperti di Planetarium. Di sana nanti akan ada kegiatan tradisional yang menambah semarak PKD,” jelasnya.

Berbeda dengan kegiatan lomba, PKD tahun ini dikemas dalam bentuk pameran edukatif.

Disdikbud Kukar ingin menjadikan momen ini sebagai ruang belajar bagi masyarakat, terutama peserta didik, untuk mengenal lebih dalam kekayaan budaya yang dimiliki Kutai Kartanegara.

“Kami ingin mengenalkan 10 Objek Kemajuan Kebudayaan kepada masyarakat dan peserta didik. Sekolah-sekolah nanti kami undang untuk datang ke pameran agar siswa-siswi bisa melihat langsung dan mengenal budaya Kutai,” beber dia.

Selain pameran, kegiatan PKD 2025 juga akan diisi dengan penampilan kesenian, pertunjukan budaya, hingga dialog kebudayaan yang melibatkan pelaku seni dan komunitas budaya lokal.

Pekan Kebudayaan Daerah menjadi agenda penting bagi Disdikbud Kukar dalam memperkuat identitas daerah dan mendorong generasi muda agar lebih mencintai kebudayaan lokal.

Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi wahana edukatif sekaligus inspiratif bagi masyarakat Kutai Kartanegara.

“Kami ingin anak-anak muda Kukar bangga dengan budayanya sendiri. PKD ini bukan sekadar pameran, tapi ruang untuk menanamkan kecintaan dan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya kita,” tutup Saidar. (ASR/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *