KUKAR, LINGKARKALTIM: Kecamatan Samboja Barat menunjukkan capaian membanggakan dalam pengembangan sektor pertanian dalam arti luas. Meski tidak memiliki lahan sawah yang luas, masyarakat setempat berhasil memanfaatkan lahan pekarangan dan kebun kecil menjadi sumber penghasilan baru.
Potensi pertanian di wilayah ini tumbuh pesat berkat sinergi antara pemerintah kecamatan dan kelompok tani yang aktif berinovasi. Komoditas hortikultura seperti timun, tomat, cabai, dan sayuran daun kini menjadi andalan masyarakat.
“Kami melihat ketahanan pangan sangat potensial, apalagi Samboja Barat berbatasan langsung dengan wilayah otorita IKN dan masuk jalur UMKM,” ujar Camat Samboja Barat, Burhanuddin, Senin (13/10/2025).
Salah satu contoh sukses datang dari petani bernama Selamet yang berhasil memperoleh pendapatan hingga Rp100 juta dalam waktu tiga bulan dari budidaya timun. Capaian ini menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk terjun di sektor pertanian produktif.
Melalui dukungan pembinaan dari pemerintah kecamatan, masyarakat terus didorong untuk mengoptimalkan potensi lokal dengan cara berkelanjutan. Bahkan, sebagian warga kini mulai mengembangkan sistem tanam sayuran di pekarangan rumah.
“Warga kami sekarang tidak perlu beli sayur lagi, mereka cukup petik sawi, tomat, atau cabai langsung di depan rumah,” tutur Burhanuddin.
Kemajuan tersebut turut dibarengi dengan prestasi di tingkat provinsi dalam berbagai ajang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Samboja Barat tercatat sebagai juara dua dalam lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Kalimantan Timur tahun 2024.
Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama kesuksesan program pertanian dan lingkungan di Samboja Barat. Pemerintah kecamatan menilai bahwa semangat gotong royong warga telah menciptakan perubahan positif yang nyata.
“Kami selalu ikut lomba bukan untuk dikenal, tapi agar masyarakat aktif dan mau membangun lingkungannya bersama,” kata Burhanuddin.
Sementara itu, Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik menjelaskan bahwa pihaknya memang sangat konsen terhadap perkembangan pertanian, perikanan serta peternakan di wilayah Kukar. Hal tersebut termasuk dalam program pemerintah kabupaten.
“Arah pembangunan pertanian Kukar 2025–2030 adalah pertanian dalam arti luas, tidak hanya padi, tapi juga hortikultura, peternakan, dan perikanan yang saling terintegrasi,” jelas Taufik.
Taufik menegaskan, Distanak Kukar kini tengah mengembangkan Kawasan Ekonomi Sejahtera (KES) yang melibatkan berbagai sektor dan mendukung peningkatan kesejahteraan petani. Program ini diharapkan memperkuat daerah seperti Samboja Barat untuk menjadi contoh kemandirian pangan dan ekonomi lokal.
“Kami ingin pertanian menjadi penggerak ekonomi sejahtera masyarakat Kukar, termasuk di wilayah potensial sehingga dapat memberikan hasil yang signifikan bagi masyarakat,” pungkasnya. (wan/adv)










