KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya menciptakan sistem pendidikan modern yang adaptif terhadap perkembangan era digital.
Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menjelaskan bahwa pihaknya secara aktif melakukan pendampingan dan pelatihan kepada guru dalam penggunaan perangkat digital di kelas.
“Kami tidak hanya mendukung, tapi juga berperan aktif memberikan pelatihan kepada guru-guru agar mampu mengoptimalkan penggunaan Chromebook dan papan tulis digital dalam pembelajaran,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Menurutnya, penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari program Smart Regional Journey (SRJ) yang telah berjalan sejak tahun 2023.
Program ini mewajibkan sekolah untuk mulai mengintegrasikan perangkat digital sebagai sarana pembelajaran interaktif dan inovatif di setiap satuan pendidikan.
Emy menambahkan, hasil dari implementasi teknologi ini menunjukkan perkembangan pesat. Kukar kini telah menjadi distrik rujukan Google pertama di Indonesia dan memiliki 25 sekolah kandidat rujukan Google terbanyak di Tanah Air.
“Transformasi digital yang kami jalankan telah menjadikan Kukar sebagai salah satu daerah yang disorot secara nasional,” jelasnya.
Salah satu SMP Negeri di Kukar bahkan telah ditetapkan sebagai Sekolah Rujukan Google pertama di Indonesia, menandai kemajuan luar biasa dalam pemanfaatan teknologi di tingkat sekolah negeri.
Keberhasilan tersebut tidak hanya mendapat pengakuan nasional, tetapi juga menarik perhatian dari berbagai daerah dan negara lain. Disdikbud Kukar telah diminta memberikan pendampingan kepada daerah seperti Kutai Timur dan Balikpapan terkait penerapan pembelajaran digital.
Bahkan, delegasi dari Jepang serta perwakilan Google Apex Singapura telah berkunjung ke Kukar untuk melihat langsung proses transformasi digital di sekolah-sekolah. “Ini menunjukkan bahwa apa yang kami jalankan mendapat apresiasi internasional,” tambah Emy.
Ia menegaskan, teknologi bukan hanya alat bantu, tetapi juga sarana memperluas akses dan kualitas pembelajaran. Melalui perangkat digital, guru dan siswa dapat lebih mudah mengakses sumber belajar, berkolaborasi, dan menciptakan pengalaman belajar yang menarik serta relevan dengan kebutuhan zaman.
Disdikbud Kukar pun berkomitmen untuk terus memperkuat pelatihan guru serta melengkapi infrastruktur digital di sekolah. Upaya ini diharapkan mampu membentuk ekosistem pendidikan yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi di era transformasi digital. (WAN/ADV)










