KUKAR, LINGKARKALTIM: Terpilih sebagai Putri Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) 2025 bukan hanya menjadi ajang kebanggaan bagi Esther Veronika, tetapi juga menjadi panggilan tanggung jawab untuk berkontribusi nyata dalam pengembangan pariwisata di Kukar.
Baginya, gelar tersebut bukan sekadar simbol kecantikan, melainkan wadah untuk mengedukasi, mempromosikan, dan berinisiatif membangun pariwisata berkelanjutan yang berdampak bagi masyarakat.
“Sebagai Putri Pariwisata, saya harus menjalankan tiga peran utama, yaitu sebagai edukator, promotor, dan inisiator,” tegas dia, Senin (6/10/2025).
Ia mengatakan bahwa tidak ingin hanya menjadi promotor dan edukator. Akan tetapi, dia ingin melakukan aksi nyata dalam membangun pariwisata daerah.
“Karena itu, saya membangun salah satu destinasi wisata di Kecamatan Tabang, yaitu Air Terjun Gongpel River,” kata Esther
Terletak di Kecamatan Tabang, salah satu wilayah terujung Kukar, Gongpel River menawarkan pesona alam yang masih asri.
Untuk mencapai lokasi, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 4–5 jam dari Tenggarong. Namun, lanjut dia, setiap kilometer perjalanan akan terbayar dengan keindahan panorama yang disuguhkan.
Di lokasi tersebut, pihak pengelola juga menyediakan fasilitas seperti gazebo, tempat duduk, toilet umum, dan area istirahat. Tujuannya adalah memberikan kenyamanan bagi wisatawan tanpa merusak keindahan alami kawasan tersebut.
“Dengan wisata berbasis alam ini, saya ingin agar masyarakat sekitar bisa turut merasakan dampak ekonomi dari pariwisata,” ujarnya.
Untuk melakukan sosialisasi, Esther menilai kekuatan media sosial menjadi kunci promosi pariwisata di era digital saat ini.
“Sekitar 85% masyarakat Kalimantan Timur aktif di media sosial. Ini peluang besar untuk mempromosikan wisata lokal dengan cepat dan efektif,” kata dia.
Menurutnya, promosi digital tidak hanya meningkatkan popularitas destinasi, tetapi juga membangun kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.
Ia berharap, pendekatan ini bisa menarik perhatian generasi muda agar ikut berpartisipasi dalam memajukan pariwisata daerah.
Salah satu program konkret yang sedang digagasnya adalah mendorong penerapan sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan.
“Melalui program ini, saya ingin masyarakat memahami bahwa menjaga alam adalah bagian penting dari pariwisata. Kita harus mendidik warga agar sadar kebersihan dan kelestarian lingkungan,” terang Esther.
Dia juga menekankan pentingnya mengaitkan sektor pariwisata dengan ekonomi kreatif lokal.
Dengan begitu, pariwisata tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
“Pariwisata bukan hanya tentang keindahan alam, tapi juga tentang bagaimana kita memanfaatkan potensi itu untuk kesejahteraan bersama,” serunya.
Sebagai Putri Pariwisata Kaltim dari Kukar, Esther berharap kontribusinya dapat memberi inspirasi bagi generasi muda lain untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata daerah.
“Saya ingin membuktikan bahwa perempuan muda juga bisa menjadi agen perubahan. Dengan menjaga alam dan mengembangkan ekonomi kreatif, kita bisa menjadikan Kalimantan Timur sebagai provinsi yang maju dan berdaya saing di sektor pariwisata,” tutup dia. (ASR)










