Disdikbud Kukar: Tradisi Lokal Perkuat Silaturahmi dan Persatuan Masyarakat

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Thauhid Afrilian Noor, menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari pembentukan karakter masyarakat. Menurutnya, budaya daerah memiliki peran penting dalam memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga persatuan di tengah perkembangan zaman.

Ia menegaskan, tradisi yang diwariskan leluhur bukan hanya sekadar prosesi, melainkan sarana untuk menumbuhkan kebersamaan.

Read More
banner 300x250

“Tradisi itu hadir untuk mempererat hubungan sosial. Kita ingin masyarakat menjadikannya kebiasaan sehari-hari, bukan hanya ritual tahunan. Semakin sering kita merawat tradisi, semakin kuat pula ikatan persaudaraan,” ungkap Thauhid pada Kamis (25/9/2025).

Disdikbud Kukar, kata dia, juga mendorong agar nilai-nilai budaya tidak berhenti pada kalangan orang dewasa, tetapi ikut ditanamkan sejak dini. Sekolah dan lingkungan pendidikan dinilai dapat menjadi ruang strategis untuk menanamkan pemahaman tentang budaya daerah sekaligus membentuk karakter pelajar yang menghargai kearifan lokal.

“Kalau di sekolah sudah mulai dikenalkan, anak-anak akan tumbuh dengan rasa cinta terhadap budayanya. Dari situ lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jati diri yang kuat,” jelasnya.

Thauhid menambahkan, pelestarian budaya juga erat kaitannya dengan menjaga harmoni sosial. Ia menilai, budaya yang hidup dan berkembang bisa menjadi alat pemersatu, bahkan meredam potensi konflik di masyarakat.

“Budaya itu sejatinya mengajarkan kita untuk hidup rukun. Kalau kita sama-sama menjaga, maka tercipta suasana yang damai dan penuh toleransi,” katanya.

Menurutnya, tantangan saat ini adalah bagaimana menghadirkan tradisi dan nilai budaya di tengah arus modernisasi yang begitu cepat. Untuk itu, peran semua pihak sangat dibutuhkan, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga institusi pendidikan.

“Pemerintah daerah melalui Disdikbud tentu terus berkomitmen, tapi keterlibatan masyarakat jauh lebih penting. Tradisi hanya akan bertahan kalau masyarakat sendiri yang merawat dan menjadikannya bagian dari kehidupan,” tegas Thauhid.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam menjaga nilai budaya, termasuk saat prosesi adat dilakukan. Menurutnya, semua harus berjalan tertib, sesuai aturan, dan tidak merugikan pihak lain.

“Intinya, mari kita jaga bersama. Karena budaya bukan hanya milik satu kelompok, melainkan warisan bersama yang harus kita rawat agar tetap hidup sepanjang masa,” tutupnya. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *