KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) terus memperkuat fasilitas pascapanen demi menjaga kualitas gabah dan beras petani. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan Rice Milling Unit (RMU) dan mesin pengering di sejumlah sentra produksi.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan ketersediaan fasilitas pascapanen menjadi kunci agar gabah petani tetap memiliki nilai jual tinggi.
“Dengan RMU dan mesin pengering, kualitas beras bisa lebih terjaga dan memenuhi standar pasar,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).
Menurut Taufik, fasilitas tersebut tidak hanya membantu petani mengolah gabah menjadi beras berkualitas, tetapi juga mengurangi kerugian akibat kerusakan pascapanen.
“Kalau gabah dibiarkan terlalu lama basah, kualitasnya menurun. Mesin pengering membuat proses lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Program ini terintegrasi dengan kerja sama penyerapan gabah oleh Bulog, yang membeli gabah petani seharga Rp6.500 per kilogram. Setelah dibeli, gabah dikeringkan di fasilitas yang tersedia sebelum dipasarkan.
Taufik menambahkan, keberadaan RMU dan mesin pengering juga memberi peluang bagi kelompok tani dan penggilingan lokal untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka.
“Selain membantu petani, fasilitas ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi pengelola,” katanya.
Distanak Kukar berharap seluruh kecamatan sentra padi dapat memiliki fasilitas pascapanen lengkap, sehingga rantai produksi dan pemasaran beras berjalan lancar.“Kalau semua proses dari panen sampai pemasaran tertata, kesejahteraan petani pasti ikut meningkat,” pungka Taufik.(IDN/ADV)










