TPS3R Loa Kulu Tampilkan Teknologi Modern untuk Olah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

TPS3R  Kecamatan Loa Kulu
TPS3R  Kecamatan Loa Kulu
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pengelolaan sampah di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini memasuki babak baru dengan hadirnya Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) yang mengandalkan teknologi modern. Fasilitas ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber daya bernilai ekonomi.

Sejak resmi beroperasi pada 2023, TPS3R Loa Kulu telah memanfaatkan berbagai peralatan canggih untuk mengolah sampah lebih efisien. Di antaranya mesin pres plastik, alat pencacah sampah organik yang menghasilkan pupuk, hingga incinerator berkapasitas besar yang mampu membakar hingga 9 ton sampah per hari.

Read More
banner 300x250

Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Loa Kulu, Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa pemilihan teknologi ini dilakukan untuk memastikan kualitas hasil olahan sampah tetap tinggi, sehingga dapat langsung dipasarkan tanpa proses tambahan.

“Pembeli puas karena plastik yang kami hasilkan sudah bersih dan siap jual,” ujarnya, Selasa (8/8/2025).

Selain plastik, TPS3R juga mengelola 34 jenis sampah lainnya yang memiliki nilai jual, mulai dari kertas, logam, hingga limbah organik. Sampah organik yang dicacah dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik dipilah dan dipres untuk dikirim ke pembeli di Samarinda dan sekitarnya.

Inovasi pengelolaan ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi. Menurut Fadli, omzet dari penjualan sampah mencapai Rp 5-7 juta per bulan. Angka ini dihasilkan berkat proses pemilahan yang ketat dan penggunaan teknologi yang meminimalkan limbah residu.

Tak hanya berorientasi bisnis, TPS3R Loa Kulu juga menjadi pusat edukasi lingkungan. Warga sekitar diajak melihat langsung proses pengolahan sampah dan belajar cara memilah dari rumah. Beberapa sekolah dan komunitas lingkungan pun rutin mengadakan kunjungan studi di lokasi tersebut.

Kerja sama dengan Bank Sampah Simpahmas (Simpan Sampah Tabung Emas) turut memperkuat kesadaran warga untuk memilah sampah. Melalui skema ini, masyarakat dapat menabung dari sampah yang mereka kumpulkan, sehingga nilai manfaatnya dirasakan langsung.

Keberadaan teknologi modern di TPS3R juga menarik perhatian daerah lain. Sejumlah rombongan studi banding dari Balikpapan, Kutai Timur, hingga Samarinda telah berkunjung untuk mempelajari sistem yang diterapkan di Loa Kulu.

Meski saat ini operasional TPS3R masih mendapat dukungan dari pihak kecamatan, Fadli optimistis fasilitas ini dapat dikelola secara mandiri di masa depan.

“Target kami, TPS3R menjadi unit usaha mandiri yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menyejahterakan warga,” pungkasnya.

Dengan kombinasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan konsep ekonomi sirkular, TPS3R Loa Kulu menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi peluang usaha yang berkelanjutan sekaligus solusi masalah lingkungan.(IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *