KUKAR, LINGKARKALTIM : Sebanyak 20 peserta atau pelaku wisata mengikuti pelatihan dan sertifikasi pelayanan pelanggan, yang digelar oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, di Hotel Grand Fatma Tenggarong, sejak 10-12 juli 2025.
Plt Kepala Dispar Kukar Arianto mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu program dari pemerintah daerah, dalam upaya meningkatkan kapasitas atau kemampuan pelaku wisata. Sementara pelaku wisata ini memiliki peran penting, untuk mengelola dan mengembangkan wisata tersebut.
“Pelayanan yang baik bukan sekadar formalitas. Tapi menjadi elemen utama dalam membangun pengalaman wisata yang berkesan. Kita bisa punya objek wisata yang indah, fasilitas lengkap, namun jika pelayanan tidak ramah, maka wisatawan enggan kembali,” kata Arianto.
Sementara pelatihan ini untuk membekali peserta dengan keterampilan menangani keluhan dan kebutuhan wisatawan secara profesional. Kualitas pelayanan menjadi faktor kunci dalam mempertahankan daya tarik destinasi wisata.
Ia menegaskan, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk pelaku wisata merupakan visi dan misi Kukar Idaman Terbaik periode 2025-2030, yaitu terwujudnya fondasi pusat pangan, pariwisata dan industri hijau yang maju, sejahtera dan berkelanjutan.
“Selama ini kita terlalu bergantung pada sektor migas yang tidak terbarukan. Kalau kita tidak mulai sekarang membangun sektor alternatif, kita akan kehilangan momen transisi ekonomi. Pariwisata adalah salah satu sektor yang bisa menopang masa depan Kukar,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Pariwisata M Ridha Fatrianta menambahkan, peserta yang mengikuti pelatihan ini terdiri dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) diantaranya, Lakeview Samboja, Kopi Luwak Perangat Baru, dan Ladaya Tenggarong.
Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jana Dharma Indonesia yang berbasis di Yogyakarta. Dua asesor utama, Yetna dan Prasilia, juga berperan sebagai narasumber dalam sesi pelatihan ini. Penyelenggaraan ujian sertifikasi menjadi bagian penutup dari kegiatan ini, sekaligus untuk memastikan kompetensi peserta sesuai standar nasional.
“Kami ingin membangun sistem pelatihan yang berkelanjutan. Jadi meskipun sekarang hanya 20 peserta, ke depan akan ada batch selanjutnya. Ini bukan pelatihan satu kali lalu selesai,” tambahnya.
Dirinya berharap, dengan adanya pelatihan ini khususnya wisata yang dikelola oleh Pokdarwis bisa makin berkembang dan memberikan manfaat terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. (adv/kik)










