KUKAR, LINGKARKALTIM: Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan masih menjadi persoalan yang dihadapi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Hingga kini, sekolah yang berlokasi di Jalan Gunung Triyu, Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong tersebut belum mendapatkan bantuan pembangunan maupun penambahan ruang kelas.
Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) belum dapat berjalan secara maksimal. Pasalnya, SDN 024 Tenggarong saat ini hanya memiliki enam ruang kelas untuk menampung sekitar 200 siswa.
Kepala SDN 024 Tenggarong, Yusdin, mengatakan pihaknya telah membuat proposal mengenai pembangunan sekolah, guna menambah ruang kelas agar seluruh siswa dapat mengikuti pembelajaran secara bersamaan pada pagi hari.
“Kami hanya mempunyai 6 ruang kelas, sehingga ada anak murid yang kami jadwalkan masuk siang,” ungkap Yusdin pada Lingkarkaltim.com, Kamis (5/11/2026).
Siswa SDN 024 Tenggarong saat ini ada 200 siswa yang terbagi menjadi 11 Rombongan Belajar (rombel). Yusdin mengatakan murid yang ada di sekolah masih melakukan pembelajaran dalam dua sesi, yakni sesi pagi dan sesi siang.
“Kami dari dulu hingga sekarang, karena adanya keterbatasan ruang kelas, jadi kami bagi menjadi dua sesi, anak kelas satu sampai kelas tiga masuk di sesi pagi, dan untuk sesi siang dari kelas empat sampai kelas enam,” jelasnya.
Kondisi tersebut tidak hanya menjadi kendala bagi pihak sekolah, tetapi juga menimbulkan keluhan dari sejumlah orang tua siswa. Terlebih, bagi orang tua yang memiliki kesibukan bekerja. Jadwal masuk siang dinilai cukup merepotkan dalam mengatur aktivitas dan mengantar anak ke sekolah.
“Yang mengeluhkan bukan hanya kami, tetapi orang tua siswa juga mengeluhkan dengan adanya siswa yang masuk siang tersebut,” katanya.
Yusdin mengakui, sebagian orang tua siswa yang memiliki kesibukan bekerja merasa sedikit kerepotan dengan masih adanya siswa yang masuk siang. Dimana orang tua siswa harus membangi waktu antara jam kerja dan mengantar anak ke sekolah di siang hari.
Menurut Yusdin, penambahan ruang kelas sangat dibutuhkan agar seluruh siswa bisa mengikuti pembelajaran pada pagi hari. Selain memudahkan orang tua, sistem pembelajaran satu sesi dinilai dapat membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih efektif.
Yusdin berharap kepada pemerintah daerah agar menjadi perhatian dalam hal pemerataan pembangunan dan penyaluran bantuan sarana pendidikan di seluruh wilayah Kukar, sehingga pemerataan pembangunan tersebut bisa dirasakan seluruh sekolah termasuk SDN 024 Tenggarong. (ahk/*far)










