KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mendekatkan edukasi keluarga kepada masyarakat melalui inovasi Toko Kencana (Tempat Obrolan dan Konsultasi Keluarga Berencana).
Kegiatan yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Tenggarong, Minggu (1/11/2026), ini menghadirkan berbagai aktivitas menarik. Mulai dari pemeriksaan tekanan darah gratis, permainan edukatif, hingga penyuluhan seputar keluarga berencana dan pembangunan keluarga.
Sekretaris DP2KB Kukar, Sri Lindawati, mengatakan Toko Kencana merupakan salah satu inovasi yang bertujuan memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat. Sasarannya mencakup keluarga, pasangan usia subur, remaja, ibu hamil, calon pengantin, hingga lanjut usia (lansia).
“Melalui kegiatan ini, kami memberikan edukasi tentang bagaimana membangun keluarga yang produktif, sehingga setiap anggota keluarga dapat berkontribusi terhadap kesehatan dan pembangunan keluarga,” ungkap Sri Lindawati.
Ia menjelaskan, inovasi Toko Kencana telah berjalan sejak 2020. Namun, pelaksanaan di ruang terbuka seperti CFD baru dimulai pada 2022. Selain kegiatan luar ruangan, DP2KB juga mengembangkan edukasi melalui podcast di kantor yang kemudian disebarluaskan lewat media sosial agar menjangkau masyarakat hingga tingkat kecamatan.
Kegiatan Toko Kencana di CFD dijadwalkan satu kali dalam sebulan dengan pelaksana bergantian dari masing-masing bidang di DP2KB. Tidak ada target khusus jumlah peserta karena kegiatan ini juga terbuka bagi masyarakat yang kebetulan beraktivitas di kawasan CFD.
Sri menyebut, edukasi serupa tetap dilakukan di kecamatan melalui pembinaan kelompok kegiatan (Poktan) yang melibatkan penyuluh KB dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).
Meski demikian, pelaksanaan program di lapangan masih menghadapi keterbatasan tenaga penyuluh. Saat ini, DP2KB Kukar hanya memiliki sekitar 48 penyuluh untuk melayani 20 kecamatan.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3) DP2KB Kukar, Syahril, mengatakan kegiatan Toko Kencana kali ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai program yang berada di bawah bidangnya.
“Jadwal kegiatan memang bergantian setiap bidang. Kebetulan pada awal bulan ini merupakan giliran Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga,” jelasnya.
Syahril menerangkan, sejumlah program yang dikenalkan di antaranya Bina Keluarga Lansia (BKL), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Balita (BKB), serta upaya peningkatan pendapatan keluarga melalui pemberdayaan kader dan UMKM.
Menurutnya, pembinaan lansia diarahkan agar mereka tetap mandiri dan mampu melakukan aktivitas sesuai kondisi masing-masing, sehingga tetap produktif tanpa sepenuhnya bergantung kepada keluarga.
Sementara untuk kelompok remaja, DP2KB mendorong keterlibatan aktif melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program ini memberikan pemahaman mengenai kesehatan, pergaulan sehat, serta risiko pernikahan usia dini.
“Kami mendorong remaja agar lebih proaktif dan terlibat dalam pembangunan. Mereka harus memiliki pengetahuan yang luas, menjauhi pergaulan yang tidak baik, serta memahami risiko kesehatan apabila melakukan pernikahan dini,” tandasnya.
Melalui Toko Kencana, DP2KB Kukar berharap edukasi mengenai ketahanan dan kesejahteraan keluarga semakin mudah diterima masyarakat. Dengan begitu, pembangunan keluarga berkualitas dapat dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing. (Adv/dil)










