KUKAR, LINGKARKALTIM: SMP Negeri 6 Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengoptimalkan lingkungan sekitar sekolah sebagai media pembelajaran bagi peserta didik. Program ini diterapkan dengan mendorong seluruh mata pelajaran memanfaatkan potensi alam di sekitar sekolah sebagai sarana belajar.
Kepala SMPN 6 Tenggarong, James S. Marpaung, mengatakan pembelajaran berbasis lingkungan tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa melalui pengenalan lingkungan alam sekitar.
“Kami usahakan seluruh mata pelajaran melakukan pembelajaran berbasis lingkungan,” ujarnya saat ditemui, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, kondisi sekolah yang berada di kawasan yang relatif terpencil menjadi salah satu faktor pendukung penerapan program tersebut. Lingkungan alam di sekitar sekolah yang masih terjaga keasriannya dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran.
Melalui program ini, siswa diajak mengenal berbagai jenis tumbuhan sekaligus memahami manfaat dan fungsinya. Misalnya, dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), siswa dapat mengamati tanaman dan mencari tahu manfaatnya bagi kehidupan.
“Kami mengajarkan untuk mengenal tumbuhan. Mungkin seperti pelajaran IPA, anak-anak bisa mencari tahu fungsi daripada tanaman tersebut,” jelasnya.
Selain mendukung proses pembelajaran, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya SMPN 6 Tenggarong dalam mewujudkan Adiwiyata tingkat nasional. Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah mendapatkan pendampingan langsung dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kukar.
“Tentunya dalam menggencarkan program ini, kami sejalan dengan Adiwiyata tingkat nasional,” katanya.
James mengungkapkan, proses penilaian Adiwiyata telah rampung dan SMPN 6 Tenggarong berhasil memperoleh nilai sempurna, yakni 100. Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh warga sekolah dalam mengoptimalkan berbagai program peduli lingkungan.
“Puji syukur, hasil dari perjuangan kami semua selama saya menjabat, selalu menduduki posisi terbaik dalam Adiwiyata,” ungkapnya.
Ke depan, James berharap program Adiwiyata di SMPN 6 Tenggarong dapat terus berkembang hingga mencapai predikat Adiwiyata Mandiri.
Ia menyebutkan, pengesahan hasil penilaian Adiwiyata tersebut diperkirakan berlangsung pada Desember mendatang. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas program lingkungan sekolah agar dapat mencapai tingkatan yang lebih tinggi.
“Untuk pengesahan Adiwiyata tersebut diperkirakan pada Desember. Harapan saya, selama SMPN 6 Tenggarong masih di bawah pimpinan saya, saya akan selalu memaksimalkan Adiwiyata tersebut sampai Adiwiyata Mandiri,” tutupnya. (Ahk/*far)










