BPKAD Kukar Kejar Target Rp800 Juta dari Pemanfaatan Aset Daerah

Gedung Putri Karang Melenu (PKM). (Dilla/lingkarkaltim)
Gedung Putri Karang Melenu (PKM). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pemanfaatan aset daerah agar lebih produktif dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Melalui penyewaan bangunan, area parkir, hingga pemanfaatan fasilitas milik pemerintah, potensi pendapatan dari aset terus dioptimalkan.

Read More
banner 300x250

Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar, Bagus Eko Sampurno, mengatakan bidangnya menargetkan pendapatan sebesar Rp800 juta pada 2026 dari pemanfaatan aset yang dikelola.

Hingga September 2026, realisasi pendapatan tersebut telah mencapai sekitar Rp700 juta. Dengan capaian itu, pihaknya optimistis dapat mengejar sisa target hingga akhir tahun.

“Alhamdulillah, hingga September kemarin realisasinya sudah mencapai Rp700 jutaan, jadi tinggal sedikit lagi untuk mencapai target. Pendapatan tersebut terbantu dari kegiatan lelang, penyewaan Gedung PKM, dan sebagainya,” ungkap Bagus, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah aset yang dikelola BPKAD Kukar telah dimanfaatkan untuk kegiatan usaha. Di antaranya, ruangan di lantai bawah yang digunakan Bank BPD, mesin anjungan tunai mandiri (ATM), tempat fotokopi, serta bangunan di seberang lokasi tersebut.

Selain itu, Gedung PKM juga menjadi salah satu sumber pendapatan melalui penyewaan untuk berbagai kegiatan. Bahkan, area parkirnya dapat disewakan secara terpisah sesuai kebutuhan penyelenggara acara.

Bagus menyebutkan, target pendapatan pada 2025 sebesar Rp700 juta berhasil terlampaui dengan realisasi sekitar Rp800 juta lebih. Namun, pendapatan tahun ini masih perlu dioptimalkan agar dapat menyamai atau melampaui capaian sebelumnya.

Salah satu peluang yang tengah dilihat adalah pemanfaatan lantai dua Gedung PKM. Saat ini, baru lantai bawah yang diperbaiki dan dapat disewakan, sedangkan lantai atas masih membutuhkan perbaikan.

Menurutnya, jika tersedia anggaran untuk memperbaiki lantai dua, BPKAD dapat mengajukan penilaian kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) guna menentukan nilai sewanya.

“Kalau lantai dua bisa diperbaiki, nantinya dapat diajukan penilaian terlebih dahulu kepada KPKNL untuk mengetahui nilai sewanya. Dengan begitu, lantai satu dan dua bisa sama-sama disewakan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyambut baik upaya optimalisasi aset daerah. Ia berharap aset pemerintah tidak hanya tercatat sebagai barang milik daerah, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan yang lebih besar.

“Kita berharap ke depan aset-aset kita bisa produktif dan memberikan kontribusi nyata untuk pendapatan asli daerah Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Aulia menegaskan, pemanfaatan aset secara optimal diharapkan dapat memperkuat pendapatan daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kukar.

“kalau kita di sini, seringkali kebalikannya. Orangnya yang bekerja keras, asetnya pada tidur. Nah, harapan kita, kita di sini, orangnya bekerja keras, asetnya juga bekerja dengan lebih keras, sehingga bisa mendapatkan pendapatan yang lebih besar, sehingga nantinya manfaatnya bisa dirasakan seluas-luasnya oleh masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *