KUKAR, LINGKARKALTIM: Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutai Kartanegara (Kukar) hingga Agustus 2026 baru mencapai sekitar 65 persen. Sementara penerimaan dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB) masih berada di kisaran 55 persen.
Capaian tersebut mendorong Kantor Bersama Samsat Wilayah Kukar memperluas akses pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah layanan alternatif dibuka di luar kantor Samsat induk untuk mengejar penerimaan hingga akhir tahun.
Kepala UPTD PPRD atau Kantor Bersama Samsat Wilayah Kukar, Ida Nuraini, mengatakan perluasan pelayanan menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk mendongkrak penerimaan daerah.
“Kami berusaha membuka sebanyak mungkin layanan untuk memudahkan masyarakat. Ada layanan, kami buka. Pokoknya kami berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ida Senin (28/9/2026).
Salah satu layanan tambahan berada di kawasan Simpang Odah Etam (SOE). Pelayanan tersebut dibuka setiap Sabtu mulai sore hingga malam hari, sehingga masyarakat memiliki kesempatan membayar pajak kendaraan di luar jam pelayanan reguler.
Selain itu, Samsat Kukar membuka layanan saat Car Free Day (CFD) di kawasan Museum Mulawarman. Pelayanan berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang.
Samsat juga memanfaatkan momentum kegiatan daerah. Selama rangkaian Erau Adat Kutai 2026, pelayanan pembayaran pajak kendaraan dibuka di kawasan Stadion Rondong Demang selama sepekan.
Menurut Ida, pendekatan pelayanan langsung ke lokasi masyarakat tersebut diperlukan untuk meningkatkan kemudahan dan mendorong kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Tidak hanya menambah titik layanan, Samsat Kukar juga mengoperasikan armada pelayanan bergerak. Saat ini tersedia dua unit mobil jelajah dan dua unit bus Panglima yang secara rutin menyambangi sejumlah kecamatan.
“Kalau mobil jelajah itu rutin. Kami ada jadwal-jadwalnya. Setiap hari kami lakukan dan pindah-pindah karena sudah melakukan koordinasi dengan kecamatan,” jelasnya.
Untuk wilayah Tenggarong, pelayanan Samsat tersedia di beberapa lokasi, antara lain kantor Samsat induk, kawasan Jalan Cut Nyak Dien, dan Mal Pelayanan Publik (MPP).
Ida berharap berbagai inovasi pelayanan tersebut dapat membantu meningkatkan capaian penerimaan hingga akhir 2026. Terlebih, pemerintah juga memberikan program relaksasi pajak kendaraan bermotor yang diharapkan dapat menarik masyarakat untuk segera memenuhi kewajibannya.
“Dengan adanya relaksasi ini mudah-mudahan dapat mendongkrak penerimaan,” katanya.
Ia mengakui peningkatan penerimaan tidak terlepas dari kondisi perekonomian masyarakat serta kebijakan efisiensi yang turut menjadi tantangan. Karena itu, Samsat memilih memperbanyak akses pelayanan agar pembayaran pajak semakin mudah dijangkau.
Dengan memperluas lokasi dan waktu pelayanan, Samsat Kukar berupaya meningkatkan akses masyarakat sekaligus mendorong penerimaan PKB yang hingga Agustus 2026 masih berada di kisaran 55 persen.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar, Zikri Umulda, membenarkan keberadaan layanan Samsat di kawasan SOE.
Ia menyebut layanan tersebut merupakan Pamali atau Pelayanan Malam Lintas Instansi, yang salah satunya menyediakan pelayanan pembayaran PKB.
“Memang benar ada layanan baru di SOE, yakni Pamali (Pelayanan Malam Lintas Instansi) untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor,” kata Zikri.
Menurutnya, layanan malam tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu mengurus pembayaran pajak pada jam pelayanan reguler. (ahk)










