KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergerak cepat menjaga stabilitas harga bahan pokok dan membantu perekonomian masyarakat. Tak hanya menyasar momentum hari besar keagamaan, Pemkab Kukar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kini mengarahkan program Operasi Pasar Murah ke kawasan terisolasi dan wilayah terdampak kekeringan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa pelaksanaan operasi pasar telah melampaui target yang ditetapkan Pemkab Kukar. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meredam dampak inflasi serta kekeringan yang melanda sejumlah kecamatan.
“Kami sudah menyelesaikan target awal, bahkan di akhir tahun lalu saya minta Disperindag menambah titik pelaksanaan. Terutama untuk wilayah yang terkena musibah kekeringan. Saat ini sudah lebih dari 47 titik, bahkan menembus 54 titik yang kita jangkau,” ujar Sunggono, Selasa (22/9/2026).
Sementara itu, Plt Kepala Disperindag Kukar, Burhanuddin, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan di lapangan, pihak kecamatan turut dilibatkan guna memastikan distribusi beras, minyak goreng, dan gula berjalan tepat sasaran. Pasokan bahan pokok ini didukung penuh oleh Bulog, sedangkan pemkab memfasilitasi moda transportasinya.
Kebutuhan pasokan paling krusial saat ini berada di wilayah ulu Kukar, seperti Kecamatan Tabang, Kembang Janggut, hingga Kota Bangun. Surutnya debit air sungai di kawasan tersebut sempat menghambat jalur logistik warga.
Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani, menyebutkan bahwa komoditas yang dijual dalam operasi pasar dipastikan jauh lebih murah dibanding harga pasar.
“Beras premium SPHP dijual Rp57.500 per kemasan 5 kilogram (sekitar Rp13.000/kg), padahal di pasar bisa menyentuh Rp19.000–Rp20.000 per kilogram. Untuk minyak goreng disalurkan seharga Rp15.700 per liter dan gula pasir Rp14.500 per kilogram,” papar Bustani.
Setiap titik operasi pasar disuplai sekitar 2 ton beras, dengan pembatasan pembelian maksimal 25 kilogram per keluarga agar pemerataan terjaga.
Disperindag Kukar juga turut berkoordinasi dengan Pertamina untuk menyalurkan LPG 3 kilogram serta mengalokasikan subsidi ongkos angkut agar harga bahan pokok tetap terjangkau hingga ke pelosok desa. (Adv/Dil)










