Drainase Jalan Maduningrat Tersumbat, Warga Keluhkan Bau dan Tumpukan Sampah

Saluran Drainase di Jalan Maduningrat Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. (Foto: Hafidz/Lingkarkaltim)
Saluran Drainase di Jalan Maduningrat Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. (Foto: Hafidz/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kondisi saluran drainase di Jalan Maduningrat, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dikeluhkan warga. Saluran yang tersumbat kerap menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi tempat menumpuknya sampah.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan aktivitas pedagang yang berjualan di atas maupun di sekitar parit. Padatnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut membuat persoalan drainase dinilai perlu segera mendapat penanganan.

Read More
banner 300x250

Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, mengatakan pihak kelurahan telah meninjau langsung kondisi drainase bersama ketua RT setempat.

Menurutnya, salah satu titik yang mengalami masalah berada di sisi kanan dari arah Simpang Kartini, tepatnya di sekitar kawasan tempat usaha hingga menuju area gereja. Saluran pembuangan di lokasi tersebut diduga mengalami penyumbatan.

“Berkaitan dengan itu, kemarin kami sudah meninjau lokasi bersama RT setempat untuk melihat situasi yang ada di sana,” ujar Muhammad Hafidz Selasa (15/9/2026).

Ia mengatakan, pihak kelurahan juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU), guna mencari solusi terhadap persoalan drainase tersebut.

 

Surat laporan kepada dinas terkait rencananya segera disampaikan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah persoalan semakin parah, terlebih kawasan Jalan Maduningrat merupakan salah satu titik aktivitas ekonomi masyarakat.

“Melihat situasi lokasi tersebut merupakan tempat perputaran ekonomi, banyak orang yang berjualan di situ. Jangan sampai kondisi drainase justru menghambat aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Muhammad Hafidz menambahkan, pihak kelurahan sebelumnya telah memberikan imbauan kepada para pedagang dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Namun, kondisi di lapangan masih menjadi tantangan karena aktivitas perdagangan terus berkembang dan terjadi pergantian pedagang.

Karena itu, pihak kelurahan akan kembali berkoordinasi melalui ketua RT untuk menentukan langkah penanganan awal.

“Yang jelas, ini sudah menjadi atensi kami dari pihak kelurahan supaya situasi di lokasi itu dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga, Ana, mengeluhkan kawasan tersebut yang kini semakin padat oleh aktivitas pedagang. Kondisi itu dinilai membuat lingkungan terlihat kumuh, ditambah persoalan saluran pembuangan yang tidak berjalan maksimal.

Ia menyebut, bau tidak sedap mulai dirasakan warga, terutama di sekitar lokasi drainase yang tersumbat.

“Harapannya bisa dicarikan solusi dari pemerintah agar kawasan ini bisa tertata lebih rapi dan tidak semakin kumuh,” harapnya.

Warga juga khawatir kondisi tersebut akan semakin parah saat musim hujan. Pasalnya, ketika musim kemarau saja genangan dan luapan dari saluran drainase sudah mulai meluas hingga ke badan jalan.

Penanganan drainase dan penataan aktivitas pedagang di kawasan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama, sehingga persoalan kebersihan dan kelancaran saluran air tidak mengganggu aktivitas ekonomi maupun kenyamanan masyarakat. (ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *