KUKAR, LINGKARKALTIM : Pada 2026, Bidang Promosi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar tak memiliki anggaran karena terjadi pemangkasan. Hal itu disebabkan, karena adanya efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Menurut Plt Kepala Disperindag Kukar Burhanuddin, kegiatan promosi ini sangat diperlukan untuk mendukung atau memasarkan produk lokal atau Industri Kecil Menengah (IKM).
“Biasanya kegiatan promosi ini melibatkan pelaku atau produk lokal, pada suatu event baik di daerah maupun luar daerah,” kata Burhanuddin pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Senin (14/92026).
Ia menegaskan, produk IKM Kukar ini memiliki kualitas yang luar biasa dan mampu bersaing dengan produk luar. Sehingga produk tersebut sangat layak, untuk dipromosikan secara luas.
“Dengan tidak adanya anggaran ini, bukan berarti kita diam. kita tetap mempromosikan produk IKM melalui media sosial maupun secara langsung ke rekan, kerabat dan lainnya,” tegasnya.
Adapun produk IKM Kukar diantaranya, Amplang Balet, kue kering gula merah hingga kerajinan tangan.
Pihaknya juga mendorong pelaku IKM Kukar untuk terus berinovasi dan mempromosikan produknya secara mandiri. Mengingat kondisi keterbatasan keuangan daerah.
“Kami berharap, pelaku IKM ini tak bergantung pada pemerintah daerah dan diyakini mereka bisa mengembangkan bisnisnya secara mandiri,” ungkapnya.
Sementara itu Pelaku IKM Amplang Balet asal Tenggarong Seberang Nafsiah mengaku, sering dilibatkan setiap event pemerintah baik di daerah dan di luar daerah. Hal ini bagian dari bentuk dukungan promosi terhadap produk lokal.
“Untuk tahun 2026 ini, tidak ada event dari pemerintah daerah. Sehingga belum ada undangan untuk memeriahkan event,” sebut Nafsiah. (riz)










