KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar akan turun langsung ke kawasan Danau Semayang dalam mengendalikan hama demi menghasilkan panen yang maksimal.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman sekaligus mengidentifikasi jenis hama yang menyerang.
Kepala Distanak Kukar Muhammad Rifani mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai adanya serangan hama pada tanaman padi di Danau Semayang.
“Nah ini nanti kita akan monitoring. Sekalian kita mau cek karena laporannya katanya ada serangan hama,” kata dia, Senin (14/9/2026).
Ia menjelaskan, monitoring diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui secara langsung kondisi tanaman di lapangan.
Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk penanganan yang diperlukan.
“Kalau memang perlu kita bantu, kita bantu,” ucap Rifani.
Sementara itu, Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri sudah mengintruksikan Distanak bersama BRMP akan melakukan pemeriksaan langsung ke kawasan Danau Semayang.
“Kami dapat laporan hanyalah hama. Nah, teman-teman Dinas Pertanian kami dengan BRMP akan turun ke sana untuk melihat hama seperti apa,” ujar dia.
Menurut Aulia, identifikasi jenis hama menjadi langkah penting sebelum menentukan penanganan.
Pemerintah daerah ingin memastikan serangan tersebut tidak berkembang dan menyebabkan kerusakan pada tanaman padi masyarakat.
“Kita akan membantu warga masyarakat untuk pengendalian hama,” tegas Aulia.
Dia menjelaskan, berdasarkan informasi yang bahwa kondisi tanaman di Danau Semayang berbeda-beda tergantung kondisi lahan dan ketersediaan air.
Tanaman yang tumbuh pada lahan yang masih memiliki air disebut relatif aman dari serangan hama. Namun, ancaman berbeda muncul pada lahan yang mulai mengering.
“Nah itu ada hama yang bisa mengerus tanaman padi yang sudah tumbuh,” sebutnya.
Maka dari itu, pihaknya akan langsung turun untuk mengidentifikasi jenis hama sekaligus memberikan penanganan yang diperlukan.
“Kami berkomitmen membantu warga masyarakat mengidentifikasi hamanya dan memberikan penanganan-penanganan sehingga tidak terjadi gagal panen,” tutur dia.
Penanganan hama di Danau Semayang harus dilakukan demi menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah musim kemarau.
Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan satu pola pertanian, tetapi juga mendukung berbagai metode yang dapat dimanfaatkan masyarakat berdasarkan kondisi wilayah masing-masing.
“Karena ada metode yang dilaksanakan ini (petani Danau Semayang), maka kami berdasarkan data yang kami terima, ketersediaan pangan di Kutai Kartanegara, utamanya beras, itu insya Allah aman selama masa-masa kemarau ini,” pungkas Aulia. (ASR)










