KUKAR, LINGKARKALTIM : Menjelang Erau Adat Kutai 2026, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar meminta kepada seluruh masyarakat untuk memeriahkan dan menjaga kondusifitas daerah.
Erau Adat Kutai mengusung tema Raja Menunggal Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya, yang akan dilaksankan pada 20-27 September 2026, di Kedaton Kutai Kartanegara dan Stadion Rondong Demang.
Anggota DPRD Kukar Fathlon Nisa mengatakan, festival Erau Adat Kutai ini merupakan tradisi budaya, yang harus dilestarikan. Untuk itu, seluruh masyarakat Kukar diminta melestarikan dan mempromosikan tradisi Adat Kutai seluas-luasnya.
“Erau bagian identitas budaya yang kita miliki saat ini. Masyarakat Kukar harus bangga memiliki tradisi budaya Erau ini,” kata Fatlon Nisa pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Senin (14/9/2026).
Selain itu, ia juga menegaskan, dalam pelaksanaan festival Erau Adat Kutai 2026, masyarakat harus menjaga kondusifitas daerah.
“Sering kali kami mendapatkan informasi, acara budaya yang sakral ini dijadikan kesempatan oleh oknum yang tidak bertanggungjawan, untuk melakukan hal tidak senonoh,” ucapnya.
Menurutnya, tindakan tersebut sudah melanggar aturan hukum. Sehingga perlu ditindak tegas.
“Jika ada yang melihat kejadian pelecehan seksual, bisa segera dilaporkan ke pihak yang berwajib, untuk dapat diproses secara hukum,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar H Heriansyah mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk turut menyukseskan festival Erau Adat Kutai 2026.
“Erau ini merupakan tradisi adat budaya Kutai. Sehingga perlu kita jaga sama-sama dan jangan dikotori dengan tindakan tak terpuji termasuk dugaan pelecehan seksual,” jelas Heriansyah. (riz)










