Dinas Koperasi dan UKM Kukar Uji Coba SIGAP UMKM, Dampingi Usaha Mikro Lebih Tepat Sasaran

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskop UKM Kukar, Santi Effendi saat menjelaskan kepada peserta UMKM Kec. Anggana terkait terobosan SIGAP UMKM, Kec. Anggana. (Doc. Santi Effendi)
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskop UKM Kukar, Santi Effendi saat menjelaskan kepada peserta UMKM Kec. Anggana terkait terobosan SIGAP UMKM, Kec. Anggana. (Doc. Santi Effendi)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha mikro di wilayahnya. Salah satu langkah terobosan yang disiapkan yakni melalui inovasi Sistem Inkubasi dan Penguatan Tata Kelola UMKM (SIGAP UMKM).

Program ini digagas oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskop UKM Kukar, Santi Effendi. Inovasi tersebut dirancang untuk merobah pola pembinaan agar tidak sekadar berhenti di meja pelatihan, tetapi berlanjut hingga pendampingan lapangan yang terukur.

Read More
banner 300x250

Melalui SIGAP UMKM, pembinaan disesuaikan dengan tingkat kesiapan dan kebutuhan riil masing-masing pelaku usaha.

Bidang pendampingan yang disiapkan meliputi legalitas, perbaikan kualitas dan kemasan produk, pencatatan keuangan, pemasaran digital, akses pembiayaan, hingga jejaring kemitraan.

Santi Effendi menjelaskan, masalah yang dihadapi tiap pelaku UMKM sangat beragam. Oleh karena itu, pola pembinaan tidak bisa lagi disaratakan.

“Kami ingin mengetahui dulu kondisi dan kebutuhan pelaku usaha lewat asesmen. Dari situ, pendampingan diarahkan ke kebutuhan prioritas mereka. Jadi pembinaannya tepat sasaran dan hasilnya bisa dipantau,” ujar Santi.

Tolak ukur keberhasilan program ini terletak pada kemajuan nyata para pelaku usaha, bukan sekadar jumlah kegiatan yang terlaksana.

“Harus ada perubahan yang bisa dibuktikan. Tidak harus langsung besar, tapi ada kemajuan yang jelas dari kondisi awal ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Tahapan program diawali dari pendataan dan verifikasi peserta, asesmen kebutuhan, segmentasi, hingga penyusunan rencana pengembangan. Setelah itu, tim menjalankan pendampingan, monitoring, dan evaluasi menggunakan indikator perkembangan usaha.

Proses uji coba ini menjadi tahap penting untuk memastikan model pendampingan mudah diterapkan sebelum dikembangkan secara lebih luas di Kukar.

Inovasi ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Diskop UKM Kukar, Muhammad Reza. Ia menilai SIGAP UMKM menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola pembinaan usaha mikro di daerah.

Lewat SIGAP UMKM dengan semangat “UMKM Berdaya, Ekonomi Daerah Jaya”, Diskop UKM Kukar berharap terbangun sistem pembinaan yang fokus dan berkelanjutan demi mendorong pelaku usaha lokal naik kelas. (dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *