KUKAR, LINGKARKALTIM : Perairan Sungai Mahakam di Kecamatan Tenggarong mulai tampak jernih atau diduga bercampur dengan air laut. Hal ini disebabkan kemarau panjang, yang terjadi diseluruh Kabupaten/Kota se Kaltim, termasuk Kabupaten Kutai Kartanegara.
Salah seorang warga Tenggarong Firda mengatakan, kondisi air Sungai Mahakam mulai tercampur dengan air laut. Hal itu terlihat dengan perubahan warna air dan adanya binatang atau ikan laut berada di Sungai Mahakam.
“Belakangan ini, banyak masyarakat memancing ikan laut di Mahakam, seperti ikan blackbos,” kata Firda pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Senin (14/9/2026)
Nanun perubuhan air ini, membuat sejumlah masyarakat Tenggarong terkait layanan air bersih yang diterimanya.
“Sejauh ini layanan air bersih masih layak, tapi jika tak ada hujan dan berpotensi Air Mahakam makin tercampur air laut,” ucapnya.
Untuk itu, ia meminta kepada Perumda Tirta Mahakam dapat melakukan mitigasi awal terhadap layanan air bersih.
“Khusus di Kaltim, ada beberapa daerah mengalami kesulitan air bersih. Sehingga kita jangan sampai kesulitan air bersih,” ujarnya.
Menangapi hal itu, Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam Suparno menjelaskan, layanan air bersih di Tenggarong masih layak didistribusikan dan dikonsumsi oleh pelanggan.
“Di Kukar, hanya di zona pesisir airnya tak layak konsumsi. Karena sudah tercampur air laut, sehingga disarankan untuk kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK),” jelas Suparno.
Ia menegaskan, musim kemarau ini layanan air bersih menjadi perhatian serius. Pihaknya telah berupaya agar air bersih tetap disalurkan kepada pelanggan.
“Untuk wilayah pesisir, kita telah berkolaborasi dengan perusahaan, untuk memanfaatkan void atau kolam bekas tambang, untuk disalurkan ke pompa pendistribusian,” tegasnya.
Pihaknya juga telah memastikan, air kolam tersebut layak dugunakan untuk kebutuhan MCK dan tak disarankan untuk diminum. (riz)










