Pemkab Kukar Luncurkan Pembelajaran Mulok Bahasa Kutai

Peluncuran pembelajaran Mulok Bahasa Kutai. (Foto: M. As'ari/Lingkarkaltim)
Peluncuran pembelajaran Mulok Bahasa Kutai. (Foto: M. As'ari/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemkab Kukar meluncurkan pembelajaran muatan lokal (Mulok) Bahasa Kutai sebagai langkah memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui lingkungan pendidikan.

Asisten I Sekretariat Daerah Kukar Ahmad Taufik Hidayat mengatakan peluncuran Mulok Bahasa Kutai menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam bidang pendidikan sekaligus pelestarian budaya daerah.

Read More
banner 300x250

Ia mengatakan bahwa komitmen tersebut tetap dijalankan di tengah kondisi anggaran daerah yang terbatas.

Pemerintah daerah berupaya menempatkan program pendidikan dan pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari pembangunan yang tetap perlu dilaksanakan.

“Alhamdulillah berjalan lancar acara launching Mulok Bahasa Kutai. Jadi ini menunjukkan komitmen kita bersama,” ucap dia, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, pembelajaran Bahasa Kutai memiliki landasan berupa Peraturan Daerah (Perda).

Karena itu, peluncuran Mulok Bahasa Kutai menjadi langkah tindak lanjut agar aturan tersebut dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, keberadaan Perda perlu diikuti dengan program nyata, termasuk penyediaan bahan pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dan peserta didik.

“Sudah ada Perdanya sehingga perlu kita tindak lanjuti dengan launching ini,” jelas Taufik.

Untuk mendukung pembelajaran tersebut, Pemkab Kukar juga akan mendorong penyediaan buku-buku pembelajaran Bahasa Kutai sebagai bahan pendukung bagi guru dan siswa.

“Jadi ada bahan para guru, para anak-anak untuk bagaimana Bahasa Kutai ini bisa tetap lestari di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah mengatakan penerapan Mulok Bahasa Kutai akan diarahkan ke seluruh sekolah.

“Kita akan mensosialisasikan bahkan memasukkan ini sebagai muatan lokal yang nanti menjadi kewajiban sekolah-sekolah yang akan mengajarkan Bahasa Kutai ini di sekolah-sekolah,” kata dia.

Menurutnya, pembelajaran Bahasa Kutai sejak sekolah menjadi penting agar peserta didik tidak hanya mengenal bahasa daerah secara pasif, tetapi juga mampu memahami dan menggunakannya dengan baik.

Pembelajaran Mulok ini menjadi bagian dari strategi menjaga keberlangsungan Bahasa Kutai di tengah perubahan zaman dan perkembangan penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mendukung penerapan di sekolah, Disdikbud Kukar mulai menyiapkan tenaga pendidik.

Ia mengatakan, sebagian guru telah mendapatkan pelatihan atau bimbingan teknis (Bimtek) untuk mengajarkan Mulok Bahasa Kutai.

“Guru-guru yang ada juga nanti akan kita latih,” pungkas Heriansyah. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *