SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Pemkot Samarinda terus memasifkan pembenahan wajah kota dan penataan ruang publik. Kali ini, kawasan Jalan Tarmidi hingga koridor Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Samarinda Kota, masuk dalam radar proyek penataan integratif yang dirancang untuk mempercantik estetika kota sekaligus menghidupkan perekonomian warga.
Rencana besar tersebut diungkapkan oleh Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Pattiroy. Ia membeberkan Pemkot Samarinda saat ini tengah merampungkan dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk menyulap kawasan dari bentangan Jembatan Lambung Mangkurat hingga ke area sekitar kantor lurah setempat.
Salah satu fokus utama dalam perencanaan fisik tersebut adalah rencana pembebasan lahan pada deretan ruko dan permukiman warga yang berdiri di sepanjang koridor tersebut agar penataan ruang terpadu dapat dieksekusi secara optimal.
“Mulai dari Jembatan Lambung Mangkurat sampai ke kantor lurah masih ada ruko dan perumahan. Mudah-mudahan bisa dibebaskan, dan tadi desainnya sudah ada, lumayan bagus,” ujar Marnabas, Rabu (28/10/2026).
Dalam rancangan DED yang tengah dimatangkan, area penataan Jalan Tarmidi tidak hanya berfokus pada estetika koridor jalan, tetapi juga menyediakan ruang publik berbasis komunitas dan olahraga. Pemkot berencana menghadirkan fasilitas olahraga seperti lapangan futsal dan lapangan voli.
Guna menekan ketergantungan pada anggaran daerah, Pemkot Samarinda membuka peluang investasi dengan mengadopsi skema kemitraan bersama pihak ketiga dalam pengelolaan fasilitas olahraga tersebut.
“DED-nya tetap di kami, tapi untuk fasilitasnya kita usahakan bekerja sama dengan pihak ketiga supaya mengurangi biaya pemerintah kota. Karena lokasinya menarik, pasti banyak peminatnya,” jelasnya.
Tidak hanya fasilitas olahraga, perhatian Pemkot Samarinda juga menyasar ruang sosial warga di seberang Jalan Tarmidi, tepatnya koridor arah Pasar Sungai Dama. Di lokasi tersebut, pemkot berencana membangun fasilitas khusus untuk menampung aktivitas komunitas catur lokal yang selama ini kerap berkumpul di kawasan tersebut.
Selain penataan ruang terbuka, aspek penataan Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi pilar utama dalam proyek penataan Jalan Tarmidi. Pemkot berencana mengintegrasikan para pedagang kuliner yang saat ini masih tersebar di sepanjang koridor Lambung Mangkurat ke dalam satu sentra kuliner terpadu bertema makanan khas.
Sentra kuliner ini nantinya didesain dengan tampak depan (facade) yang seragam dan rapi untuk menyajikan ragam hidangan khas Samarinda hingga kuliner populer daerah seperti nasi kuning dan ketupat kandangan.
“Sekarang di Lambung Mangkurat kan masih tersebar tempat jualan kuliner. Nah, rencana nanti seberangnya kita buat semacam sentra kuliner makanan khas seperti nasi kuning dan ketupat kandangan dengan model depan yang sama semua,” papar Marnabas.
Seluruh rangkaian penataan koridor Tarmidi ini ditargetkan dapat mulai dialokasikan dalam penganggaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Samarinda pada tahun anggaran 2027 mendatang, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
“Mudah-mudahan Perkim nanti bisa menganggarkan di 2027. Doakan keuangan daerah kita mumpuni untuk merealisasikannya,” pungkas Marnabas.(dev)










