DKP Kukar Salurkan 196 Juta Benih Ikan dan 186 Juta Benur, Progres Capai 60 Persen

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya DKP Kukar, Sabar Handoyo, Senin (12/10/26). (Dilla/lingkarkaltim)
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya DKP Kukar, Sabar Handoyo, Senin (12/10/26). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap menjalankan program bantuan bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan pembudidaya ikan pada 2026. Meski terdapat penyesuaian anggaran, program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas.

Kepala DKP Kukar, Muslik, mengatakan kebijakan tersebut mengikuti arahan Bupati Kukar agar program pemerintah lebih berfokus pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Read More
banner 300x250

“Program dinas kita masih tetap jalan. Ini arahan dari Pak Bupati, kita lebih memprioritaskan kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. Kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat kita kurangi atau bahkan kita hilangkan,” ungkap Muslik.

Menurutnya, dukungan kepada masyarakat tetap diberikan melalui berbagai bentuk bantuan, mulai dari bibit ikan, pakan, perahu, hingga mesin ketinting.

DKP Kukar berharap bantuan tersebut dapat terus disalurkan hingga akhir tahun tanpa adanya pengurangan anggaran lanjutan.

“Kita masih menyesuaikan dengan kondisi saat ini, tetapi dukungan terhadap masyarakat tetap berlangsung. Bantuan bibit, pakan, perahu, dan mesin ketinting juga masih terus berjalan. Mudah-mudahan sampai akhir tahun tidak ada lagi pengurangan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya DKP Kukar, Sabar Handoyo, menjelaskan bahwa program bantuan sektor budidaya perikanan pada 2026 mencakup benih ikan, pakan, benur, dan probiotik.

Berdasarkan data yang disampaikan, bantuan benih ikan nila, patin, dan lele mencapai sekitar 196.149.700 ekor. Selain itu, terdapat bantuan pakan ikan sebanyak 4.734 sak, benur sekitar 186 juta ekor, serta probiotik sebanyak 3.411 botol.

Hingga Senin (12/10/2026), pelaksanaan program tersebut telah mencapai sekitar 60 persen. Penyaluran bantuan masih berlangsung, sementara sejumlah kegiatan lainnya menunggu penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada perubahan anggaran.

“Untuk kegiatan sampai saat ini sudah sekitar 60 persen pelaksanaannya. Berikutnya kita sambil menunggu karena masih ada DPA perubahan yang belum keluar,” tutur Sabar.

Penyaluran bantuan menjangkau hampir 20 kecamatan di Kukar dengan menyesuaikan potensi perikanan setiap wilayah. Untuk kawasan pesisir, pengembangan rumput laut dan benur menjadi salah satu fokus, termasuk di Kecamatan Muara Badak, Anggana, dan Samboja.

Sementara itu, wilayah tengah Kukar diarahkan pada pengembangan perikanan air tawar, terutama komoditas ikan nila, lele, dan patin. Pembagian fokus tersebut dilakukan agar program bantuan sesuai dengan karakteristik wilayah sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Sabar menyebut produksi ikan nila banyak ditopang kawasan Loa Kulu dan wilayah hulu Kukar. Adapun produksi ikan patin antara lain berasal dari Kecamatan Muara Muntai, Muara Wis, dan Kota Bangun.

Selain meningkatkan produksi, DKP Kukar juga memperhatikan kualitas hasil budidaya agar aman dikonsumsi masyarakat. Salah satu upayanya adalah mendorong penggunaan pakan yang teruji serta menghindari bahan kimia yang tidak diperbolehkan dalam proses budidaya.

Menurut Sabar, pakan pabrikan umumnya telah memiliki kandungan nutrisi yang diperhitungkan, seperti protein, lemak, dan kadar air, untuk mendukung pertumbuhan ikan.

“Harapan kita, hasil produksi budidaya tidak mengandung bahan-bahan kimia yang tidak diperbolehkan. Pakan pabrikan yang digunakan rata-rata sudah diuji di laboratorium dan kandungannya telah disesuaikan. Kalau pembudidaya menggunakan probiotik untuk campuran pakan, itu juga bisa menjadi pilihan yang lebih baik,” pungkasnya. (Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *