KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat menangani musibah kebakaran yang menimpa warga. Melalui sinergi Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, bantuan tanggap darurat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian sejak Selasa (6/10/2026).
Sebagai langkah awal pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, petugas gabungan langsung mendirikan dapur umum. Fasilitas ini beroperasi nonstop untuk memastikan pasokan makanan dan konsumsi harian para korban terpenuhi selama masa panik.
Kepala Dinas Sosial Kukar, Rinda Desianti, menegaskan kehadiran dapur umum merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah dalam mendampingi warga yang sedang tertimpa musibah.
“Dapur umum sudah kita dirikan sejak tadi malam untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari warga terdampak. Fokus utama kami selama masa tanggap darurat adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik,” ujar Rinda,Selasa (6/10/26).
Selain menyalurkan bantuan logistik pangan, tim Dinsos Kukar di lapangan terus melakukan pendataan dan identifikasi mendalam terhadap para korban. Langkah verifikasi ini krusial agar penyaluran bantuan lanjutan, baik berupa paket sembako maupun bantuan material, bisa terdistribusi secara akurat.
“Kami butuh data riil mengenai kondisi dan jumlah korban per kepala keluarga. Dengan data yang lengkap, bantuan lanjutan nanti bisa tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing keluarga. Atas nama Dinas Sosial, kami menyampaikan belasungkawa mendalam. Semoga saudara-saudara kita yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan,” tambah Rinda.
Sementara itu, kolaborasi penanganan darurat di lapangan berjalan solid. BPBD Kukar dan Dinsos masing-masing menurunkan armada operasional serta menyuplai bahan pokok untuk kebutuhan dapur umum.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal, menjelaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara lintas sektor. Evaluasi berkala akan terus dijalankan untuk menyesuaikan durasi operasional dapur umum dengan situasi di lapangan.
“Kami dari BPBD menyiapkan operasional dapur umum sesuai standar penanganan darurat, yaitu hingga tujuh hari ke depan. Namun, masa operasinya sangat fleksibel bergantung kondisi riil di lapangan dan ketersediaan tempat penampungan sementara bagi para korban,” ungkap Abdal.
Ia menambahkan, jika dalam kurun waktu kurang dari tujuh hari kondisi warga sudah membaik atau telah mendapatkan tempat hunian sementara dari pihak lain, operasional dapur umum akan disesuaikan kembali.
Dalam waktu dekat, BPBD bersama Dinsos Kukar akan berkoordinasi intensif dengan pihak kecamatan dan kelurahan setempat. Langkah koordinasi ini bertujuan mematangkan skema penanganan jangka pendek sekaligus menyosialisasikan informasi terkait batas waktu operasional dapur umum kepada warga.
“Saat ini fokus utama seluruh petugas di lapangan masih pada penanganan darurat dan pelayanan warga. Selanjutnya, kami duduk bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk membahas langkah teknis lanjutan agar penanganan musibah ini berjalan tuntas dan tertata rapi,” tutup Abdal. (Adv/dil)










