Pemerintah Daerah Bergerak Cepat Dampingi Warga Terdampak Kebakaran di Kelurahan Melayu

Asisten 1 Muhammad Taufik Hidayat dan Forkopimda meninjau lokasi kebakaran, Jl. AM Alimuddin RT 33, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Selasa (6/10/26). (Dilla/lingkarkaltim)
Asisten 1 Muhammad Taufik Hidayat dan Forkopimda meninjau lokasi kebakaran, Jl. AM Alimuddin RT 33, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Selasa (6/10/26). (Dilla/lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Daerah (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama berbagai dinas terkait bergerak cepat menyalurkan bantuan dan melakukan penanganan darurat bagi warga korban musibah kebakaran di lingkungan RT 33, Kelurahan Melayu.

Kehadiran jajaran pemerintah di lapangan menjadi bentuk kepedulian nyata untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi dengan baik.

Read More
banner 300x250

Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Taufik Hidayat, menyampaikan rasa keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam saat meninjau langsung lokasi musibah.

Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat bukan sekadar memberikan dukungan moral, melainkan juga memastikan bantuan logistik dan penanganan pascabencana berjalan lancar.

“Kehadiran kami merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah. Selain memberikan semangat, kami ingin memastikan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga dalam beberapa hari ke depan,” ujar Akhmad Taufik Hidayat.

Penanganan darurat ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Dinas Sosial, BPBD, Dinas Pemadam Bencana dan Penyelamatan (Damkar), hingga lembaga kemanusiaan seperti Baznas dan PMI.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada kelengkapan administrasi kependudukan warga yang ikut terbakar, seperti KTP dan kartu keluarga. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) siap memproses dan menerbitkan kembali dokumen kependudukan warga yang hilang tanpa prosedur yang menyulitkan.

Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, menjelaskan bahwa data sementara mencatat ada 50 kepala keluarga (KK) dengan total 151 jiwa yang terdampak.

Bangunan yang terbakar diperkirakan mencapai 50 hingga 75 unit, mencakup rumah pribadi dan bangunan kontrakan atau kos-kosan yang mendominasi sekitar 70 persen wilayah RT 33.

“Untuk sementara, sebagian besar warga mengungsi di rumah kerabat dan tetangga sekitar. Namun, kami bersama BPBD dan pihak kecamatan sudah menyiapkan lokasi penampungan sementara di Masjid Muhammadiyah, Posko Pekan, dan BPU Kelurahan Melayu jika ada warga yang membutuhkan tempat tinggal,” terang Hafidz.

Guna mendukung operasional penanganan di lapangan, pihak kelurahan telah membuka dua posko utama. Posko informasi dan penerimaan logistik dipusatkan di persimpangan Jalan Haji Alimuddin, sementara dapur umum didirikan terpisah untuk memasok kebutuhan makanan sehari-hari seluruh warga terdampak.

Hafidz juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Beberapa warga dan relawan yang sempat mengalami sesak napas akibat paparan asap pekat langsung mendapatkan perawatan medis secara cepat dan kondisi mereka kini stabil.

Selain fokus pada masa tanggap darurat, Pemda Kukar menggarisbawahi pentingnya langkah mitigasi jangka panjang. Evaluasi kondisi kawasan pemukiman padat penduduk akan dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perumahan dan Permukiman. Penataan gang-gang sempit, pelebaran akses jalan untuk kendaraan pemadam kebakaran, serta penambahan instalasi hidran air menjadi prioritas evaluasi agar kejadian serupa dapat dicegah dan ditangani lebih sigap di masa mendatang. (Adv/dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *