Kebutuhan Domba Kaltim Defisit 50 Persen, Pemprov Kaji Ulang Aturan Radius 3 Kilometer dari Sapi Bali

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.(Devi/Lingkarkaltim)
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.(Devi/Lingkarkaltim)
banner 468x60

SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong peningkatan populasi dan pengembangan peternakan domba lokal guna menutupi ketergantungan pasokan dari luar daerah yang saat ini masih mengalami defisit di atas 50 persen. Sejalan dengan upaya tersebut, Pemprov Kaltim tengah mengkaji ulang regulasi teknis mengenai batasan jarak aman antara peternakan domba dan sapi Bali.

Kajian ini ditujukan untuk mempermudah ekspansi wilayah peternakan domba di tengah masyarakat tanpa mengabaikan aspek pencegahan penularan penyakit Malignant Catarrhal Fever (MCF) pada ternak sapi.

Read More
banner 300x250

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji mengungkapkan bahwa peluang pengembangan usaha peternakan domba di Kaltim masih terbuka sangat luas, menyusul telah dicabutnya larangan masuknya ternak domba ke wilayah Kaltim.

“Ternyata kebutuhan Kaltim ini kurang lebih di atas 50 persen belum terpenuhi. Kita ingin swasembada beras, swasembada pangan, dan salah satu lagi adalah swasembada daging, nah ini salah satunya domba,” ujar Seno Aji usai menggelar audiensi bersama DPD HPDKI Kaltim di Samarinda, Senin (5/10/2026).

Seno menjelaskan bahwa salah satu tantangan teknis dalam pengembangan budidaya domba saat ini terletak pada ketentuan zonasi kesehatan hewan yang mewajibkan peternakan domba berada di luar radius tiga kilometer dari peternakan sapi Bali.

“Radius tiga kilometer ini kita harus memastikan bahwa penyakit domba yang bisa menularkan penyakit MCF kepada si sapi itu juga harus kita amankan dulu,” terangnya.

Pemprov Kaltim mendorong Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim untuk merumuskan formulasi perlindungan kesehatan ternak yang tepat.

Guna mempercepat proses evaluasi ketentuan jarak tersebut, pemerintah daerah bakal melibatkan instansi teknis dan kalangan akademisi untuk melakukan penelitian ilmiah di lapangan.

“Kita bersama dengan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dan Dinas Peternakan melakukan penelitian itu agar nantinya peternakan domba bisa dikembangkan pada wilayah yang lebih dekat,” pungkas Seno.(dev)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *